DANIA

DANIA
dania drop



nenek dania pun hanya mengela napas nya tak tau harus berkata apa


"apa yang harus kita lakukan agar orang tua dania bersedia akan aku lakukan apa pun itu " ucap Elena dengan memelas


"itu hal mustahil kita bisa melakukan nya Elena " ucap ina dengan suara putus asa


"kenapa mustahil " ucap krisna dengan bingung


nenek dania pun terdiam seakan tak ingin membicarakan nya


ina yang melihat mertuanya terdiam ina mun hanya mengela napas nya seakan tak ada cara lagi membujuk kakak ipar nya itu


krisna dan Elena pun saling berpandang - pandangan sangat melihat hal tersebut


krisna pun mendekat ke arah Elena


dengan berbisik - berbisik


"mi menurut mami apa yang terjadi dengan


keluarga nya dania " ucap krisna dengan suara kecil


"entahlah mami juga tidak tau " ucap elana sambil berbisik - bisik


"jika seperti ini, apa yang harus kita lakukan mi " ucap krisna


"kita bisa mencari orang yang memiliki ke cocokan yang sama dengan dania " ucap Elena


"tapi itu mustahil mi, itu bagaikan kita mencari jarum dalam jerami " ucap krisna


bukk.......


"awuu...... mi sakit " ucap krisna sambil mengelus - ngelus kepalanya yang sakit akibat di pukul oleh Elena


"kamu ini belum kita coba udah menyerah " ucap Elena


"aku bukan menyerah mi tapi.... " ucapan krisna pun berhenti saat Elena memotong ucapanya


"sudahlah ina kamu sabar nya pasti dania akan segera sembuh " ucap Elena menyemangati ina


"makasi Elena, kamu selama ini sudah menjaga dania saat aku dan leo harus pergi keluar kota " ucap ina


"kamu tak usah bilang makasi, sama aku, seharusnya aku yang harus minta maaf sama kamu gara - gara keteledoran ku dania sampai di rawat seperti sekarang " ucap Elena dengan menyesal


"Ini bukan ke salahan siapun Elena tapi ini sudah takdir dania " ucap ina


"ahh......... mengapa begitu menyakiti kan takdir mu dania " ucap Elena sambil menatap dania yang sedang berbaring di kasur


"ya kamu benar Elena takdir yang di Terima dania begitu menyakiti kan tak pernah dania bahagia sama sekali" ucap ina


"apa yang harus kita lakukan sekarang" ucap Elena


"entahlah Elena aku tak tau harus berbuat apa sekarang " ucap ina dengan pasrah


"mhzzzz.... "


kini ina dan Elena pun terdiam dalam pikiran nya masing - masing tak tau harus melakukan apa


sementara itu saat dania sedang terlelap dania pun bermimpi kini dania pun berada di sebuah taman yang sangat indah yang di penuhi oleh kupu - kupu yang indah


"di mana ini " dumel dania


"wah.... taman ini indah sekali banyak sekali kupu - kupu nya aku suka sekali dengan tempat ini, apa aku bisa tinggal di sini, untuk melupa sesaat rasa sakit hati ku ini terhadap orang tua ku " ucap dania sambil menyentuh bunga - bunga yang indah di tamana tersebut


saat dania terbuai dengan dunia mimpi nya, tak tau akan tubuh nya yang kini ada di dunia nyata


tiba - tiba saja tubuh nya dania drop dan melemah dan sertai kejang - kejang


Elena dan ina yang saat ini berada di dekat keranjang tempat tidur dania pun mulai panik


"ina apa yang terjadi dengan dania kenapa tubuh seperti ini " ucap ina dengan panik


"aku tak tau, aku akan segera memanggil kan dokter " ucap Elena yang langsung pergi dari kamar tersebut.