
clek......
krisna pun membuka pintu kamar tempat bibik ina di rawat
dan terlihat bik ina sedang menangis sambil memeluk mama nya
krisna pun terdiam menyaksikan hal tersebut
"lihatlah dania orang - orang kamu sayang begitu sedih melihat kamu pergi begitu saja "
Elena pun menoleh ke arah pintu dan melihat sang anak nya terdian mebisu dengan tatapan yang sangat tak bisa di artikan sebenar elana pun bingung dengan apa yang terjadi karena diri nya baru saja sampi melihat ina yang sedang terbaring di bangkar denga di dorong beberapa suster dan ina pun masuk ruang UGD dan elana pun menunggu nya sampai ina sadar, tapi saat ina sadar malah ina mengis terus tak bisa berhenti elana pun tak bisa bertanya elana pun hanya bisa menangkan ina tapi saat ini ina pun bisa berhenti mengis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Elena melihat ke arah putra semata wayang nya itu
"he.... nak kenapa kamu terdiam begitu di sana? "
krisna pun tersadar saat mama nya memanggil nya
"ya ma ini aku mau masuk "
krisna pun menutup pintu kamar tersebut dan langsung saliman kepada mama nya tersebut
"mama udah dari tadi sampai di sini? "
"ya mama udah tadi, rencana si mama ingin ngasih kalian makan mama tau pasti kamu dan ina belum makan, tapi mama pas mau ke ruangan di mana dania berada tak sengaja mama melihat ina yang di dorong oleh suster jadi mama mengikuti ina ke ruangan ini " ucap elana menjelaskan elana tau putra nya itu pasti akan bertanya jadi elana pun sekalian menjawab nya agar putra itu tak bertanya lagi
"ohhh..... bagimana keadaan bik ina? "
"ya.... seperti kamu lihat ini ina dari tadi terus mengis tak henti - henti di pelukan mama "
"tadi mama ketemu sama dokter yang memeriksa bik ina kan?"
"ya.... kanapa? "
"apa kata dokter tentang keadaan bik ina? "
"dokter hanya berkata ina terlalu capek kurang istrhat "
"ohhh.......... "
"oh nya kanapa kamu ada disini ? "
"emangnya kenapa kalau aku ada di sini? "
"dasar anak go**bl**k, kalau kamu ada di sini terus siapa yang menjaga calon mantu mama ah....? "
"jangan pernah mama berharap berlebih begitu nanti sakit lebih dalam dari sakit yang aku rasakan "
"ini anak kenapa sih malah berkata - kata puitis begitu tak tau apa mama bertanya sebenarnya" ucap elana dengan geram akibat tingkah anak nya ini
"aku berkata benar " ucap krisna sambil menatap langit - langit kamar
"ck ck ck...... ini kanapa sih ina dari tadi nangis di pelukan ku tak henti - henti sampai anak aja datang ina masih nagis, terus itu anak aneh lagi " batin elana
Elena pun terdiam sambil memperhatikan anak nya tersebut elana sebagi seorang ibu merasakan ada aneh dengan anak nya tersebut di lihat penampilan anak nya kini yang bisa dikatakan tak biasa seperti biasa nya
"ada apa ini kenapa anak berantakan sekali rambut nya seperti orang tak pernah sisiran saja apa lagi wajah lesu begitu esst..... mata nya itu kok merah dan bengkak begitu apa krisna habis menangis tapi itu tak mungkin terjadi kalau baginya ada sesuatu yang akan membuat nya hidup nya berubah . apakah terjadi sesuatu dengan dania firasat ku tak enak dengan calon mantu ku itu "batin Elena sambil menatap krisna.