DANIA

DANIA
persahabatan



dania pun mendudukan pantatnya di kursi Dan menaruh tas nya di atas meja.


kini dania pun mental ke arah viola gadis itu terlihat cemberut tak Ada senyum sama sekali di wajah


"kenapa tu anak ? " tanya dania ke pada era


"siapa? " ucap era


"tu.... " ucap dania sambil menuju ke arah viola


"ohhhh biasa dia lagi PMS " era


"ahhhh..... " ucap dania dengan melongo dania pun tak memperdulikan perkataan era dia lebih baik langsung saja bertanya


"kamu kenapa muka nya di tekuk gitu? " ucap dania


"aku lagi sebal tau " rajuk viola


"ahhhh kamu sebal sama siapa pagi - pagi ini " ucap dania


"sama kamu " ucap viola


"sama aku " ucap dania sambil menujuk diri nya sendiri


"yaa.... " ucap viola


"emang aku salah apa,? sehingga membuat kamu sebal gitu? " ucap dania sambil manaikan alisnya


"yaa ni gara - gara kamu kemarin tak memberi tau kalau kamu sudah pulang, kan aku jadi kesal Dan kasihan juga anak - anak kangen sama kamu, Dan kamu gak tau sih kalau mereka semua khawatir sama kamu saat di bilang kamu masuk ke rumah sakit " ucap viola


dania pun mengela napas saat mendengar keluhan dari viola, dania pun merasa bersalah karena tak memberi kabar kalau dania Akan pulang ini jadi anak - anak gak menjenguk dania.


"yaaa ini kan salah kalian berdua sehingga aku tak sempat memberi tau kalian, karena kalian sibuk berdebat " ucap dania yang tak mau me ngalah


viola pun menujukan wajah cemberut nya, dania yang melihat itu merasa gemas


"yaa emang harus begitu " ucap viola


"ya ya ya ya ya ya ya , tapi saat kamu gak datang ke Srikuit jadi kita kalah dengan musuh soal cuma kamu saja yang bisa menandingi mereka " ucap era


"kalian berdua kan bisa menggatikan aku turun tangan " ucap dania


"tapi kita tak setangguh seperti kamu " ucap viola


"ahhhhhh baik lah kita Akan merebut ke dudukan kita kembali nanti " ucap era yang kini mulai berbaur


"ya ya ya tapi tunggu aku sembuh total biar gak Ada masalah nanti nya " ucap dania


"ok OK OK OK " ucap era


"ohh ya ngomong - ngomong mama papa kamu gak marah gitu jika tau anak gadis nya ikut balap liar gitu " ucap viola dengan penasaran


"ahhhh mana ada, soal nya orang tua ku sama kayak orang tua kalian mana boro - boro mau khawatir soal anak, mereka mah tak peduli aku mau ngapain " ucap dania


"yaaa kini banget kita nasib anak yang terlatarkan oleh orang tua akibat sibuk kerja, yang mau gimana lagi orang mereka mah sibuk pada dunianya sendiri, jadi kita juga sibuk pada kesenangan kita sendiri " ucap viola sambil mengedipkan bahu nya


"just right, apa yang kamu katakan aku dukung 100%" ucap era


"tumen kamu memdukung ucapan aku, biasa ma kamu bantah memelu " ucap viola


"siapa yang suka membantah aku sih no " elak era


"gak nyadar diri rupanya, " sindir viola


"yeee emang benar kok, " bela era


"udah - udah kalaian ini gak Ada kegiatan lain apa selai debat ini, ya kalau debat nya bisa membanggakan sekolah kan bagus ni mah malu maluin sekolah namanya " ucap danai