
"itu buktinya mata bibik merah apa lagi coba kalau gak habis nangis " ucap dania
"ohhh ini mata bibik tadi kena debu pas di kamar mandi jadi gak sengaja bibik kucek jadi merah deh " ucap ina
"benaran bik " selidik dania
"ya ..... " ucap ina
"ya kalau gitu mumpung masih di rumah sakit mendingan di cariin obat bik mata nya biar gak tambah parah " ucap dania
"ya nanti aja sekalian kamu pulang " ucap ina
"ya udah bik kalau gitu " ucap ina
"teman kamu udah dari tadi pulang nya dania ? " tanya ina
"udah kok bik " ucap dania
"kok cepat " ucap ina
"aku usir bik! " tukas dania
"kok di usir ? " tanya ina dengan bingung
"habis nya bukan membuat aku tambah sehat ni malah sebaliknya aku tambah pusing di buat oleh mereka " ucap dania
ina pun mengeleng - gelengkan kepalanya
"Ada - Ada kamu ini dania " ucap ina
"benar kok bik " ucap ina
"kamu sih punya aja teman kayak mereka udah gak pernah akur mereka berdua tapi masih aja berteman kadang bibik bingung loh sama kamu di mana sih kamu nemu sahabat kayak mereka? " ucap ina
"ohhh ya ya ya ya ya aku gak pernah ke pikiran tu bik kenapa aku punyah sahabat kayak mereka bertengkar terus kalau bertemu, tapi mereka masih aja berteman " ucap dania
sementara ina dan dania sedang asik mengobor tentang sahabat dania
beda hal yang sekarang yang di lakukan oleh krisna saat tiba di parkiran rumah sakit dari tadi krisna tak berhenti mengitung jarinya antara pergi atau gak.
"aduhhh kok aku gini deg degan banger antara pergi sama gak nya apa lagi ini sudah Ada di parkiran rumah sayang kalau aku balik lagi, mhzz ya udah kalau gitu aku turun aja, ke temu sama dania haaa apa pun yang terjadi aku terima " ucap krisna sambil menyemangati dirinya sendiri
"ok krisna les goooo" Samsung krisna.
krisna pun turun dari mobil nya sambil membawa sebuah bucket bunga mawar Putin dan sebuah kado yang entah tau apa isinya
dangan perasaan was krisna pun melangkah kan kaki nya menuju ke kamar rawat dania dengan penuh keringat dingin kini pun krisna sampai di depan kamar rawat dania saat krisna pun beberapa Kali manarik nafas untuk mengilangkan rasa gugup nya itu
"come krisna.... go go krisna kamu pasti bisa " ucap krisna sambil menyemangati dirinya sendiri
akhirnya krisna pun mengambil ke putusan untuk mengetuk pintu kamar rawat dania
tokkk...... tokkkk..... tokkkkk... tokkkk tokkkk
tersengar suara orang membuka pintu kamar tersebut dari dalam
clekkkkk...........
pintu kamar pun tebuka terilhat ina dengan ramah menyapa krisna
"ohhh Ada yang berkunjung, ayoo silakan masuk " ucap ina
dengan perasan cemas krisna pun masuk melangkahkan kaki nya menuju ke sisi tempat tidur dania
krisna pun menutup waiah nya dengan bucket bunga yang di bawah nya.
"siapa bik ? " tanya dania
"ini Ada seorang yang mau menjenguk kamu, kalau gitu kamu bicara dulu dengan nya bibik mau keluar dulu " ucap ina
"ahhhh siapa bik " ucap dania dengan bingung
"kamu selsai kan dulu masalah nya ok, jangan pake emosi bibik nyakin kamu bisa " ucap ina dan melangkah kaki ke luar ruangan
saat di luar ruang ina pun berharap ke pada tuhan agar masalah di antra dania dan krisna cepat selsai.