
"pa..... dania... bukan bermaksud membuat oma sakit tapi " ucap dania pun terhenti oleh William
"apa kata mu bilang gak bermaksud membuat nya sakit tapi lihat apa yang kamu lihat sekarang kehadiran kamu tu sini sudah membuat ibu ku sakit " ucap william dengan tegas
"kamu itu benar - benar anak tak tau diri, tau kalau akan seperti ini jadi nya aku dari sudah ku gugurkan kamu saat di kandungan ku " ucap erma
hati dania pun semakin ter iris mendengar ucap an sang ibu nya yang sangat tak menginginkan ke hadiraan nya di dunia ini
"cukup.... cukup... cukup... kalian terus menyalakan cucu ku, dan satu hal lagi ke nama kalian bisa ada di sini bukan nya kalian lagi pergi " ucap nenek dengan sinis
"belain turus itu cucu mu ma " ucap erma dengan sinis
"ya aku sini kerena aku dengar anak orang yang sembarangan aja masuk ke rumah ini tanpa minta izin dari ku " ucap william
"kalian semua ini ke terlauan, erma ini anak mu bukan anak orang lain, dan kamu william dia ini darah danging mu sama seperti ke dua anak mu tak ada beda nya kenapa kalian seperti ini memusuhi anak kalian sendiri " ucap nenek dengan penasaran
"anak - anak.... aku tak bisa menggap nya anak ku " ucap william dengan sinis
dania terus menunduk kan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya itu
"ya Tuhan... apa salah ku, sehingga kedua orang tua ku begitu sangat membenci ku, apa aku lahir penuh dosa sehingga merak berdua sangat tak mengharapkan ku ada di dunia ini, aku ingin seperti anak - anak yang lain nya memiliki orang tua yang utuh dan berbagi duka cita " batin dania
dania pun memejam kan mata nya menahan sakit hati atas perkataan dari ke dua orang dua yang telah melahirkan ke dunia ini tapi tak di harap kan berbagai perkataan dan hinaan yang di dengar dari ke dua orang tua nya
tiba - tiba saja kepala dania pun mulai pusing dan mata nya pun berkunang - kunang sehingga membuat dania tak sadar diri
tubuh dania pun roboh di atas kursi
"dania sayang... bangun " ucap nenek dengan panik
"ck.... ck.... ck... palingan hanya pura - pura untuk mencari perhatian " ucap erma...
william pun terdiam saat melihat dania tak sadarkan diri
tiba - tiba saja darah segar keluar dari hidung dania
nenek pun semakin terkejut kala melihat apa yang terjadi pada cucu ke sayangan nya
"kalian berdua tolong lah dania " ucap nenek yang mengiba permohanan kepada anak dan mantu nya lagi
erma dan william pun terdiam dan terkejut sangat melihat dania yang terus menerus mengeluarkan darah segar dari hidung nya itu
nenek pun terlihat geram saat melihat anak dan mantu nya yang tak bergerak sama sekali seolah terdiam melihat ke adanya dania seperti itu
nenek pun langsung membuka tas nya dania dan dan mencari HP dania, tak butuh waktu lama HP nya dania pun di temukan nenek pun langsung mengambil HP nya dania dan terlihat ada begitu banyak panggilan tak terjawab dari kotak bernama kakak tersayang yang berisi tanda love
tak membuang - buang waktu nenek pun langsung menelpon nomor tersebut