DANIA

DANIA
POV Elena flashback



Elena pun dengan setia menunggu sahabat nya yang kini menangis dipelukan nya


Elena tak tau apa lagi yang harus di lakukankamar l hanya bisa pasrah menunggu sahabat nya itu untuk berbicara.


clek...........


pintu kamarpun terbuka


Elena pun mengalihkan pandangan nya ke arah pintu untuk melihat siapa yang akan datang


ternyata yang datang sang putra nya tapi ada yang aneh dengan putra nya kini putra pun tak melihat dirinya hanya berlalu begitu saja langsung duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut


"ini aneh ada apa dengan anak itu tak biasa nya dia seperti ini ini mengabaikan ku seperti ini apa dia tak melihat aku sebesar ini " batin Elena


Elena pun terus memperhatikan sang putra


dari tingkah lakunya tak biasa ini


Elena pun tak kuat diam kan seperti ini


apalagi sahabat dari tadi terus menangis tak bicara apapu itu. berbagai cara telah Elena lakukan tapi hasil nya tetap lah nihil dan kini putra datang dengan tingkah aneh pula hal ini membuat Elena pun merasa orang yakng paling bodoh tak tau apa pun itu apa lagi setalah anak nya itu berkata yang sangat aneh menurut Elena


**flashback on**


**Elena melihat ke arah putra semata wayang nya itu**


"**he.... nak kenapa kamu terdiam begitu di sana**? "


**krisna pun tersadar saat mama nya memanggil nya**


"**ya ma ini aku mau masuk** "


**krisna pun menutup pintu kamar tersebut dan langsung saliman kepada mama nya tersebut**


"**mama udah dari tadi sampai di sini**? "


"**ya mama udah tadi, rencana si mama ingin ngasih kalian makan mama tau pasti kamu dan ina belum makan, tapi mama pas mau ke ruangan di mana dania berada tak sengaja mama melihat ina yang di dorong oleh suster jadi mama mengikuti ina ke ruangan ini " ucap elana menjelaskan elana tau putra nya itu pasti akan bertanya jadi elana pun sekalian menjawab nya agar putra itu tak bertanya lagi**


"**ohhh..... bagimana keadaan bik ina**? "


"**ya.... seperti kamu lihat ini ina dari tadi terus mengis tak henti - henti di pelukan mama** "


"**berarti bik ina belum ngasih tau mama kalau dania sudah tiada " batin krisna**


"apa yang terjadi di sini aku tak tau apa pun ini sungguh aneh apa lagi anak itu berkata - kata gak jelas apa yang aku tanyakan " lirih Elena


elana pun memutuskan untuk bertanya kepada sang putra nya itu


"Hai... nak apa yang terjadi di sini bisa kamu menjelaskan semuanya? "


krisna pun masih terdiam tak merespon jawaban elana


elana yang melihat hal tersebut mulai merasa darah nya naik sebab ini pertama kali nya anak nya teersebut tak merespon apa yang diri nya ucapan


"heh...... apa kamu tuli mama ini sedang pertanya? "


krisna pun terkejut dengan teriakan San mama


"ihhhh.... apa - apan si mama main teriak aja gak tau apa aku ini gak tuli aku masih bisa dengar suara yang lembut itu " ucap krisna


"oh....... nya coba kamu ulangi pertanyaan mama yang tadi"


"ya.... ayo.... jika kamu tak tuli pasti dong tau apa pertanyaan mama " tatap Elena dengan begis ke arah krisna


"he... he.. he... he.... " cengir krisna


"apa kamu...!!! "


"mama hebat.. "


"ya ya lah... mama mu memang hebat dari dulu kamu baru sadar sih"


"ck ck ck mama ini, ya aku tau mama emang paling hebat sampai - sampai bik ina pun berhenti mengis "


"apa...... "


Elena pun melihat di samping nya yang kini ina pun terdiam menyaksikan perdebatan ibi dan anak tersebut sambil cegukan...


"ina...... syukurlaah kamu sudah tak mengis lagi seperti tadi kamu tau gak aku bingung kanapa kami baru sadar langsung menangis tak berhenti - henti diadapan ku "


ina pun melihat baju Elena yang kini sedikit basah akibat tangisan nya tadi..


"maafkan aku elana baju jadi basah gara - gara aku menangis di pelukan mu uhk... uhk.. uhk... " ucap ina sambil cegukan


elana pu melihat ke arah baju nya yang kini benar apa yang di katakan ina itu benar


"is.. okk no problem.. nanti juga kering sendir"


"uhk... uhk... uhk.. makasih Elena "


"sudahlah lebih baik kamu minum dulu dari tadi kamu terus mengis tak henti - henti aku takut air mata mu habis dan tak bisa menangis lagi " canda Elena


Elena pun langsung mengambil air yang sudah ia siapkan tadi di rumah dan membuka tutup botol tersebut dan menyerahkan ke arah ina


"ini minum dulu turus itu kamu sama krisna makan "


ina pun mengambil botol minuman tersebut dan langsung meminum isinya


"terimakasih.... " ina pun menyerah kan botol minuman tersebut kepada elena


"ya udah sama - sama kalau gitu kita makan dulu aku tau kalain pasti belum makan dan kebetulan aku masak banyak hari makan aku ke sini bawah makanan" ucap Elena sambil mengeluarkan rantang makan dari paper bags yang elana bawah dari rumah


"makasih Elena tapi aku sedang tak bernafsu makan coba kamu kasih ke krisna dia juga belum makan"


"tapi kamu harus makan ina apalagi kamu itu tadi pingsan mana ada tenaga nanti untuk menjaga Dania "


ina mendengar kata Dania pun mulai menangis


"hiks... hiks.... hiks... hiks.. hiks.. hiks.. Dania "


elena yang melihat sahabat nya itu mulai menangis pun menghentikan aktifitas nya tersebut


"ada apa ina kenapa kamu menangis ....? "


"hiks... hiks... hiks... Dania.. dania.. dania.. "


"ya kenapa dengan Dania katakan yang jelas ini jangan buat aku penasaran?


flashback off