DANIA

DANIA
hal yang mustahil



"apa kamu lupa bahwa semua biaya sekolah mu itu adalah dari kakak " ucap willam dengan angkuh


"ahh... apa yang baru saja aku dengar kakak membiayai aku sekolah gak salah tu apa kakak lupa bahwa aku sekolah dari SD sampai kuliah luar negeri karena apa... karena beasiswa kak karena ke pintaran ku ini aku bisa sampai sekarang, coba kaka jelaskan pada ku kapan aku minta uang kakak " ucap leo dengan sinis


William pun terdiam saat adik nya berkata seperti itu dan berpikir


"ahhh.... sial kenapa aku bisa melupakan itu sih, kenpa aku lupa kalau leo sekolah dengan biasiswa karena ke pintaran nya itu, aku harus bagimana menjawab nya sekarang perkataan nya. ahhhh kenapa aku tak bisa berpikir jernih saat berkata tadi ayo willam kamu pasti bisa menjawab pertanyaan nya leo " pikir willam


leo pun tersenyum sinis saat melihat kakak terdiam tak menjawab perkataan nya itu


erma pun mulai gusar saat suami nya tak menjawab pertanyaan dari adik ipar nya itu


saat wiliam, leo, dan erma sedang bersitegang


di rumah sakut. ina, Elena, nenek dania dan krisna masih setia menunggun dania sadar sudah lebih dari dua jam saat dania memasuki ruang rawat yang saat ini berada tapi belum ada tanda - tanda dania akan sadar


"hikkk.... hiks..... hiks.... hiks..., dania sayang bagun nak tante ina di sini kamu anak yang kuat kenpa menjadi seprti ini " ucap ina dengan lirik


"udah ina kita berdoa saja semoga dania cepat sadar dan melewati penyakit nya ini " ucap Elena sambil mengelus punggung ina


"tapi jika dania harus di operasi, kita pasti harus menyiapkan pendonor nya elna " ucap Ina


"ya soal itu aku sudah memikirkan nya aku dan anak ku akan mengecek ke cocokan ku dengan dania semoga saja antara aku atau anak ku cocok " ucap Elena dengan berusaha menghibur diri nya ya walaupun Elena tau hal itu sangat mustahil


"kita bisa memintanya dari orang tua nya, pasti salah satu orang tua nya mau mendonor kan apa lagi saat tau anak nya seperti ini " ucap krisna


"itu sangat mustahil nak krisna, dan itu tak akan pernah terjadi " ucap nenek dania


"kenapa oma, kenapa tak bisa, apa orang tua nya..." ucapan krisna pun terhenti sebab krisna takut jika mengatakan nya bisa membuat orang sedih


"tak perlu kamu lanjutkan aku tau kemana arah pembicaraan mu, tapi apa yang kamu pikir kan itu tak benar " ucap nenek dania


"jika seperti itu oma, berarti kita bisa memberi tau orang tua dania agar bisa segera melakukan tindakan yang terbaik " ucap krisna dengan antusias


nenek dania pun terlihat semakin sedikit sambil mengeleng - geleng kepala nya


hal itu membuat Elena dan krisna pun bingung hanya ina saja tau apa yang dipikirkan oleh nenek dania


"kenapa oma mengeleng - geleng kan kepalanya " ucap krisna dengan bingung


"itu hal mustahil.... " ucap ina dengan lirih


"maksud nya, apa yang mustahil jika orang tua dania masih ada " ucap Elena dengan wajah penuh tanda tanya