
dokter itu pun tersenyum saat krisna berkata seperti itu.
krisna yang melihat ekpresi sang dokter pun merasa bingung
"kenpa dokter apa ada yang lucu "
"yang sangat lucu, baru kali ini saya me dengar hal sama dari orang yang berbeda tapi yang mereka kata itu sangatlah mustahil terjadi"
"uhhhh... apa yang saya lakukan agar dokter percaya dengan ucap saya dan suster yang baru saja dokter temui? "
"tidak ada, yang harus kamu lakukan untuk membuktikan apa yang kamu lihat itu agar saya percaya dengan ucapan mu cuma satu yang kamu harus lakukan yaitu ikhlas orang tersebut dan berdoa kepada Tuhan agar dia di berikan tempat yang indah di sisi nya "
"ahhhhh....... itu sangat sulit dokter"
"saya tau itu sangat sulit tapi hidup mati di dunia ini sudah takdir tuhan. kita tak bisa mengelak nya sebab cepat atau lambat kita akan menemui nya."
krisna pun terdiam saat dokter berkata begitu
"baik lah saya akan keluar, dan memanggil suster yang lain untuk memindahkan pasien tersabut ke ruang mayat"
dokter tersebut melangkahkan kaki nya keluar dari ruang tersebut.
sepergi dokter tersebut krisna pun menatap dania yang kini terbaring di tempat tidur
"kanapa?... kanapa?... kenapa? kamu pergi secepat ini apa? kamu tak kasian melihat ku di sini sedih menatap ke pergian mu. aku tau hati tak ikhlas kamu pergi secepat ini tapi aku tak boleh egois menahan mu seperti ini. dan saat ini aku katakan bahwa aku ikhlas kamu pergi semoga kamu tenang di sana, dan jangan lupa kamu harus datang kememimpi setiap malam, selamat tinggal sayang I LOVE YOU " krisna pun medium tangan dania.
tokkk... tok....
clekkkk.......
"permisi mas kami suster akan memindahkan pasien ke ruang mayat jika mas ingin jenasah adik segara pulang tolong selsaikan administrasi nya " ucap salh satu suster
"biklah suster"
"baiklah mas kalau gitu kami akan membawa pasien"
"ya silakan "
para suster tersebut langsung mendorong tempat tidur dania keluar dari ruangan tersebut dan pintu ruanga tersebut tertutup
krisna pun lansung duduk di sofa sambil menutup wajahnya dan tak terasa butiran kristal pun mulai turun membasahi wajah nya
"hiks..... hiks... hiks... hiks... hiks...
" aku tau kalau laki - laki itu tak boleh mengis tapi ini sungguh menyakitikan bagi ku, kala orang kita sayangi harus pergi bagitu cepat tanpa tau bahwa aku sangat mencintanya, aku harus bagimana hidup lagi sudah dua kali engkau mengambil orang ku sayangi dan ku cintai apa engkau merasa senang melihat ku menderita seperti ini engkau tak pernah adil dengan jika berurusan dengan orang di cintai kenapa...? kenapa?... kenapa..? engkau tak bahwa aku pergi bersama orang aku cintai dan sayangi....... "
krisna pun mengakat wajah dan melihat langit - langit ruangan tersebut yang berwarna putih bersih tanpa ada corak sama sekali
"mungkin hidup akan berbalik dengan warna ini aku tak tau harus melakukan apa lagi "
krisna pun menghapus tangisan nya
"cukup sudah kamu menangis krisna, kamu belum melihat keadaan bibik ina apa dia sudah sadar apa belum? " ucap krisna untuk diri nya sendiri
krisna pun berdiri dan keluar dari ruangan tersebut.