
"makannya kalau bangun itu pagi dikit kenapa kan gak papi yang ngatar dania ke sekolah kalau jam gini kamu baru antar dania ke sekolah bisa - bisa dania nya terlambat Dan dania bisa kena hukuman " ucap Elena sambil menggigit roti nya
"ya mami namanya aku lagi usaha tau.... " cemberut krisna
saat krisna di rumah nya sarapan dengan muka cemberut karena gagal mengatarkan dania ke sekolah beda hal dengan dania
kini dania pun berada di kantin sekolah duduk dengan ke dua teman nya yaitu era dan viola
"buk bos kamarin kamu tu gak Ada di circuits balapan nya gak seru tau " ucap era
"terus " ucap dania yang sambil membaca komik yang dania ambil dari lembari buku milik krisna
"ya kamu tau kan kalau gak Ada kamu dania mana bisa kita menang balapan " ucap viola sambil meminum jus tomat
"kan kalian berdua kan bisa menandingi mereka berdua, jangan - jangan kalian kalah lagi " ucap dania masih dengan posisi sama masih asik dengan buku komik nya
"he..... he... he... itu.... " ucap era dengan terbata - bata sambil melirik sahabat nya viola
"apa coba katakan aku ingin mendengarkan semua nya tanpa Ada yang di tutupi " ucap dania
"a.... n... u d.... a... n... I.. a kiii..... ta ka.... lah... lagi " ucap viola dengan terbata - bata
brak.......
dania pun menaruh buku komik yang di baca nya di maja dengan sedikit tenaga sehingga mengasilkan pukulan di meja tersebut
"ck ck ck ck kalian ini kenapa bisa - bisa nya sih setiap balapan kalau gak Ada aku
gak pernah menang Ada bisa menjawab pertanyan ku " ucap dania sambil memperhatikan ke dua sahabat nya itu
"ya.... aku rasa lawan kita tanding ini beda tak sama dengan lawan yang kemarin " ucap viola
"maksud nya..... ? " tanya dania sambil mengkerutkan dahinya
"aku rasa dia menambah anggota baru buat ngelawan kita " ucap era
"apa itu sudah pasti? " ucap dania
"pasti... karena aku baru - baru ini melihat nya Dan yang bertanding dengan nya kami berdua " ucap viola
"apa kah sebegitu tangguh nya lawan kali ini " lirih dania
"ya....... " ucap era
"kalau begitu kalian harus berlatih lebih keras lagi " ucap dania
"tapi kami berdua Dan anak - anak sudah setiap hari latihan tapi masih juga kita kalah. maaf.... kekalahan kita membuat anak - anak yang lain di remah kan " lirih viola
"ahhh...... tunggu aja aku akan membalik kan ke kita seperti dulu lagi, aku akan membuat dia kalah, tapi ngomong - ngomong dia itu seperti apa, aku jadi pernasaran ingin sekali bertanding dengan nya " ucap dania
"tapi kamu harus hati - hati dania soalnya lawan kita ini bukan satu orang tapi dua orang pebalap baru " ucap viola
"wah... wah... wah.. ternyata mereka merekrut anggota baru untuk mengalahkan kita " ucap dania sambil menyilangkan tangan nya di dada
"ya.... dania makanya kita harus hati - hati sekarang " ucap era
"mhzzz ok ok ok aku jadi pernasaran bagimana ke hebatan mereka berdua sehingga membuat kalian berdua saja bisa dengan mudah di kalah kan " ucap dania