
"aduh...... " ucap krisna sambil menepuk jidat nya
"kenapa? " ucap aldric sambil bingung melihat sikap krisna
"gue lupa di rumah gue kan Ada cctv nya jadi cepat atau lambat mami gue pasti tau " ucap krisna sambil panik
"terus bagimana ya... lebih baik lo akui aja kan itu lebih baik.. " ucap aldric sambil memberi saran
krisna bukan nya mendengar perkataan dari aldric tapi malah menyetil dahi sahabat nya itu
tuk..........
"aowwww..... sakit sialan main jidak gidat gue aja lo " ucap aldric dengan kesal akibat ulah krisna
"habis nya sih lo masak menyuruh gue ngaku sama gue bunuh diri tau " ucap krisna dengan geram
"hehehe..... " ucap aldric dengan cegegesan
"ahhhh kenapa gue bodoh banget sihhh kenapa gue gak kepikiran kalau di rumah gue Ada cctv kalau gitu gue buang di tong sampah aja kan gak ribet gini jadi nya " keluh krisna
"lo sih sosok - sosok an ngambil makanan tapi gak bisa ngabisin cari masalah sendiri namanya lo " tungkas aldric
"kan udah gue kata bukan gue yang mengambil makanan tersebut, ya ini juga salah gue sih gak nyuruh dia berhenti saat dia mengambil makanan malah gue diam tau - tau nya piring gue udah penuh ahhhhhh " ucap krisna dengan frutasi
"ya ela lo ini semua salah lo si terus lo mau nya gimana " ucap aldric
"entahlah... gue pasrah aja.... dengan apa yang terjadi " ucap krisna dengan pasrah karena krisna tak tau harus melakukan apa lagi
kini Elena, keenan Dan dania sedang serius melihat cctv untuk melihat apa yang terjadi
mereka pun melihat di mana krisna keluar ke teras belakang membawa piring yang masih berisi makanan yang setengah Dan tak butuh waktu lama terlihat krisna kembali lagi ke dapur Dan menyenderkan tubuh di nursing makan sambil memejam kan matanya
Elena yang melihat semua yang terjadi di cctv membuat Elena geram...
"ahhhh anak itu bisa - bisa dia yang berbuat tapi malah tak mengaku membuat diri ku ingin naik darah aja awas ya... tak akan ku lepass kan dia " ucap Elena dengan emeosi
keenan yang melihat istrinya yang mulai emosi, keenan pun mulai menenagkan kan sang istri keenan takut darah tinggi istrinya kambuh lagi
"udalah mi...... yang penting dev Dan div gak apa - apa kan " ucap keenan sambil mengelus punggung istrinya
"tapi pi kan anak itu tau kalau dev Dan div tak bisa sembarang kalau di kasih makanan itu akan berakibat pada kesehatan nya mereka " ucap Elena dengan menahan amarah nya
"ya udah kalau gitu terserah mami aja papi ikut aja " ucap keenan sambil megela napas terpaksa keenan menuruti perintah istrinya dari pada penyakit nya kambuh
dania yang melihat apa yang terjadi merasa bersalah akan apa yang dania lakukan
"ahhhh seharusnya aku gak asal mengabilkan makanan untuk nya, seharusnya aku bertanya posrinya Dan lauk apa yang di ingikan jadi nya kan gak seperti ini jadi masalah " batin dania dengan menyesal apa yang dania perbuat di ruang makan
"maaf ma ini semua salah dania " ucap dania
Elena pun menghentikan omelan nya saat mendengar dania berkata seperti itu