DANIA

DANIA
telah berusaha



suara mensin yang berada di ruang dania pun berbunyi sangat keras sehingga terdengar sampai luar ruangan


deg!!...


"suara apa itu " ucap ina yang berada di luar ruangan dania. ina pun terkejut dan langsung berjalan ke arah kaca pembatasan ruangan tersebut


tak.. tak.. tak.. tak.. tak...


terdengar suara langkah kaki yang tergesah -gesah menuju ruangan dania


"cepatlah suster... " ucap dokter


ina yang melihat dokter dan suster terburu - buru memasuki ruangan dania. ina pun langsung menghampiri dokter tersebut


"dokter ada apa ini... ? " tanya ina dengan cemas


dokter tersebut tak menjawab pertanyaan dari ina. dan langsung masuk ke ruang ICU di mana dania berada.


Ina pun tak mau diam begitu saja saat pertanyaan tak di jawab oleh sang dokter


kini ina pun pertanya ke pada suster yang ikut dengan dokter tersebut


"Sus.... " ucap ina pun terhenti kala sang suster langsung menjawab nya


"kami belum tau apa yang terjadi dengan saudari dania kini kami semua sedang memeriksa nya jika sudah hasilnya kami akan memberi tau anda " ucap suster tersebut dan langsung masuk ke dalam ruang dan menutup semua tirai yang ada di kendala maupun di pintu.


ina melihat hal itu pun langsung duduk di kursi penunggu yang tersedia. ina pun langsung menutup wajah nya sambil menangis.


"dani... hiks.. hiks... hiks... " ucap ina


dari kejauhan terlihat seorang yang sedang membawah beberapa tas belaja di tangan terdiam sesat melihat apa yang baru saja ia lihat


"apa yang terjadi.... " batinnya


"mhhzzz.... "


tak... tak... tak.. tak..


terdengar suara langkah lagi dengan terburu - buru langsung menghampiri ina


"apa yang terjadi .... ah.. ahh " ucap krisna dengan napas ngos - ngosan


ina pun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang ada di depan nya


"hikss... hiks... hiks... " hanya tangis yang terdengar dari ina, tanpa berkata apa pun


krisna yang melihat itu pun semakin bingung.


krisna pun mengedarkan pandangan nya dan yang terlihat ruangan dania telah tertutup tirai semuanya


"a.... apa... a.... yang terjadi kenapa ruangan nya dania tertutup begini bik ina? " tanya krisna dengan terkejut


"itu... hiks.. hiks.. itu.. " ina pun tak bisa berkata apa - apa


"arght.......... apa yang terjadi dania tak apa - apa kan" ucap krisna dengan liri


"apa yang terjadi dokter "


"entahlah kenapa tiba - tiba semua organ vital nya menurun coba periksalah detak jantung dan tekan darah nya"


"baik dokter"


"bagimana? "


"dokter tekan darah dan detak jantung nya lemah"


"baik kalau gitu tolong suntik obat xxx dan anti xxx kedalam infus cepat Sus"


"bik dok"


"dok monitor menujukan detak jantung semakin lemah"


"tolong siapa alat itu kita harus segara memompa agar detak jantung kembali berdetak normal"


"baik dok "


"ini dok alat nya "


"baik kita harus melakukan nya"


"ok satu... dua.. tiga "


dug..............


"kita sus ? "


"semakin lemah dok "


"baik kita lakukan lagi satu... dua.. tiga.. "


dug.............


"gimana Sus ? "


"semakin lemah dok "


"satu... dua... tiga.. "


*dug.................


tut.... tut.... tut... tut.... tut*...


"dokter......."


"kita sudah melakukan dengan baik tapi kita tidak bisa melawan takdir gadis ini tolong catat waktu ke matian nya "


"baik dok "