
POV DANIA
"apa kah kamu benar tidak ingin kembali ke dunia mu ? " tanya oma lusi
"ya... oma " jawab dania dengan tegas
"apakah kamu sudah memikirkan nya dengan matang - matang ke ke putusan mu itu biar kamu tidak menyesal di kemudian hari " ucap oma lusi
dania pun terdiam mendengar perkataan oma lusi
"coba kamu bayang kan jika kamu ada di sini bagimana dengan perasaan orang - orang yang selama ini sayang sama kamu pasti dia terluka sangat dalam ke hilangan diri mu dania " ucap oma lusi
dania pun memikirkan apa yang di ucapkan oma lusi.
dan tak terasa air mata dania pun mulai menetes dikit demi sedikit
ya dania pun memikirkan bagaimana perasaan orang - orang yang selama ini menemani dania suka duka saat orang tua nya tidak bagitu memperdulikan nya.
oma lusi pun melihat cucunya yang melamun dengan air mata nya menetes
oma lusi pun mengela napas nya
"apa yang kamu pikir kan katakan lah pada ku, mungkin aku bisa membantu mu " ucap oma lusi
"ahhhh..... " dania hanya mengela napas nya
"oma apa yang oma katan itu benar, aku hanya mementingkan diri ku sendiri, dan berupaya untuk mencari kebahagiaan ku sendiri untuk menghindari sikap ke dua orang tua ku, dan tak memikirkan orang - orang yang selama ini ada di sisi ku menemani ku dengan penuh kasih sayang "ucap dania sambil menghapus air mata nya
oma lusi pun tersenyum saat mengetahui perasaan cucunya itu dengan tersenyum oma lusi pun berkata
" apa yang ingin kamu lakukan? "ucap oma lusi
" apa pun itu oma "ucap dania
" ya apa pun itu asalkan itu membuat kamu bahagia dan tidak menetes kan air mata lagi "ucap oma lusi
" baik lah oma, tap...... "ucapan dania pun berhenti
" menurut oma apa yang harus aku lakukan? "tanya dania
" menurut oma.. ya ucap oma lusi untuk memastikan ucapan cucunya itu
"ya.... " ucap dania sambil Menngaguk kan kepalanya
"kalu menurut oma, oma akan melakukan sesuatu yang akan membuat orang - orang oma sayangi " ucap oma lusi
"apa itu oma? " tanya dania
"kalau oma jadi kamu, pasti oma akan pergi ke raga oma dan kembali berkumpul dengan orang yang selama ini tulus menyayangi oma " ucap oma
"tapi oma jika aku kembali, ke dua orang tua ku. hik... hik... hikkk " ucap dania sambil menangis
"oma tau rasanya jadi kamu, anggap lah sikap ke dua orang tua mu itu adalah cobaan dalam hidup mu itu " ucap oma lusi menyemangati cucu nya tersebut
"baik lah oma, aku akan berusaha kuat mengadapi cobaan tersebut " ucap dania sambil menghentikan tangisan nya tersebut
"baguslah tunjuk bahwa diri mu itu kuat dan tak pantang menyerah " ucap oma lusi sambil menghapus air mata dania
"tapi oma.... " ucap dania dengan bingung
"apa.... " ucap oma lusi
"bagima cara nya aku balik ke raga ku " ucap dania
"itu mudah saja " ucap oma lusi dengan tersenyu
"mudah.... " ucap dania samil bingung
"udah lah kamu tak usah bingung begitu ayo ikut nenek akan nenek tunjukan bagaimana cara nya kamu balik" ucap oma lusi sambil berdiri mau tak mau dania pun ikut berdiri
tak berkata apa pun oma lusi pun melangkah kan kaki nya