
"udalah mami datang saja ke rumah sakit yang baru saja aku sebut kan jika mami ingin tau "
"ok kalau gitu mami segera ke sana ".
tut.............
krisna pun langsung mematikan panggillan tersebut
" semoga saja mami gak shok saat tau keadaan dania yang seperti ini "ucap krisna sambil melangkah kan kaki nya memuju ruang UGD
sesampainya di ruangan tersebut terlihat nenek duduk termenung di kursi tunggu
krisna pun langsung menghampiri nya
" gimana oma apa kah dokternya sudah keluar dari ruangan? "tanya krisna
nenek hanya mengelengkan kepalanya yang menandakan dokter belum selesai memeriksa dania
" apa kah dania mempunyai penyakit yang serius oma? "tanya Krisna dengan penasaran
" entahlah oma gak tau soal dania jarang pulang ke rumah, sebab dania lebih suka tinggal dengan bibik nya "ucap nenek
" begitu ya...., ngomong - ngomong di mana ke dua orang tua dania kenpa tidak tinggal dengan orang tuanya ? "ucap krisna
" maaf kalau soal itu oma tidak bisa memberitahu, lebih baik jika kamu ingin tau bisa tanyakan sama dania "ucap nenek
" baik lah oma "ucap krisna
sementara itu dua orang yang kini berdiri tak jauh dari ruang UGD terus memperhatikan apa yang terjadi di ruangan tersebut
" pa kok anak itu dari tadi tak keluar - keluar sih " ucap erma
"entahlah aku juga tidak tau apa yang terjadi pada anak itu " ucap william
kini william dan erma pun penasaran dengan ke adaan dania
"entahlah.... " ucap erma sambil mengedipkan bahu nya
"ada apa dengan mu nak, apa terjadi dengan diri ku, maaf kan papa mu ini telah membuat kamu seperti ini, tapi papa gak ada pilihan lain, jadi papa harus melakukan semua ini.... " batin william
"pa... kok malah melamun sih " ucap erma yang merasa bingung dengan sikap suami nya yang tiba - tiba saja terdiam
"gak apa kok, kita pergi yuk.... " ajak wiliam
"tapi..... kita belum tau ke adaan anak tersebut jika..... " ucap erma pun terhenti tepat william memotong ucapan erma
"udalah... jangan berangapan aneh - aneh, kepada nya " ucap william
william pun melangkah kaki nya pergi jauh dari tepat tersebut dan di belakang nya di susul dengan erma dengan raut wajah tak bisa di artikan
"sial... apa yang membuat william terdiam dan membantah ucap ku ini, dia sudah mulai berani, aku harus melakukan sesuatu biar william jangan sampai dia mulai merasa kasihan dengan anak aku tak akan biarkan itu terjadi, " batin erma
kini Elena pun sampai di rumah sakit yang di sebutkan oleh putra nya.
Elena pun langsung bergegas menuju ruang UGD yang mana telah di sebitkan oleh anak nya tersebut
saat sampai di ruangan UGD Elena melihat anak nya yang sedang duduk di kursi tunggu dengan seorang wanita Elena pun langsung menghampiri anak nya itu
"sayang...... " ucap Elena
"mami..... " ucap krisna
"katakan kepada mami, siapa yang di dalam apa jangan - jangan d..... a.... n.... I...... a.... " ucap Elena dengan tebata - bata dan panik
krisna pun mengela napas nya
"ya mami.... " ucap krisna
"a... pa.. terjadi dengan anak perempuan kesayangan ku krisna hik... hik... " ucap Elena dengan histeris sambil menangis sambil mengucang tubuh krisna