DANIA

DANIA
kencang dadakan



ya tuhan kenpa kak krisna main tarik aja sih, membuat aku meleleh jadi nya kalau gini, apa lagi kata - kata nya tadi membuat aku baper ni hati, ya tuhan kenapa lagi ni, kenpa jantung ku berdetak begitu kencang, apa aku kena serangan jatung, ya kalau ya, aku gak mau mati muda tuhan, kayak nya aku perlu priksa ke dokter jantung nih " batin dania


kini dania pun masih memperhatikan krisna yang masih saja menarik tangan nya itu menuju keluar rumah sampai di depan pintu rumah krisna pun menyuruh menutup pintu Dan menguncinya


tanpa ber kata apa pun dania pun menurutin perkataan krisna.


di dalam mobil mereka berdua pun hanya terdiam tanpa Ada suara sama sekali


dania pun masih melalang buana dengan pikirannya atas apa yang baru terjadi, dania pun merasa aneh dengan jatung nya yang berdetak tak beraturan saat dekat dengan kak krisna


"ya tuhan ini kenpa sih, jatung dari tadi kayak orang habis lari marathon aja sih, ya tuhan apa aku sedang Ada penyakit jantung ni oh my god no no no aku tau mau mati muda " batin dania sambil men geleng - geleng kepala nya.


krisna melihat hal itu lagi hanya terseyum sambil memandangi dania


"ahhhh Ada, Ada ni orang dari tadi pagi sampai sekarang masih saja suka geleng - geleng kepala gitu habis ngelamunin apa sih ni cewek " batin dania


"kenapa kamu dari tadi terus geleng - geleng kepala gitu ada apa dania " tanya krisna


dengan malu dania pun menjawab "gak ada apa - apa kok kak! "


"oyaa... kalau gitu, oh ya kamu tinggal sama bibi ina dan paman Leo ya ? " tanya alan


"mhhz gak juga si kak, kadang aku pulang rumah, biasa nya aku siang nya aja di rumah paman dan bibik, kalau sore aku pulang rumah " jawab dania


"ohh gitu toh kiran kamu tinggal di sana " ucap alan


"gak kok kak, emang kenapa? " tanya dania


"ahhh maksud kak" ucap dania bingung


"mhzzz gakk apa - apa kok, nah kita udah sampai ayo turun " ajak alan


dania pun melihat keluar jendela, saat di lihat nya ternyata alan membawahnya ke sebuah restaurant jepang


"restaurant, ? kita ngapain ke sini kak" tanya dania


"kita makan dulu, aku tau kamu belum makan dari pagi, " kata alan


"kok kakak tau " ucap dania dengan perkataan bodoh nya


"ya ya ya lah aku tau, karena saat aku ke rumah, kamu bahkan belum mandi, dan penampilan kamu masih sama kayak, waktu baru keluar di balkon kamar mu" kata alan dengan mudah


"yaa tuhan ia masih ingat, tentang penampilan aku tadi, ahhh gak tau apa malu, kenapa juga ia masih ingat " batin dania


"ihhhh kak, nyebelin banget sih, itu semua gara - gara kak, tiba - tiba saja nyuruh keluar ke balkon kamar" ucap dania dengan cemberut


"kok gara - gara aku sih " kata alan


"ya semua itu gara - gara kak, siapa suruh pagi - pagi nelpon aku, gak tau apa aku lagi asik mimpi indah " kata dania


"what...... kamu bilang masih pagi, aku nelpon kamu, kamu gak lihat apa waktu pas aku nelpon kamu, itu udah mau siang, harus nya kamu bersyukur bisa aku bangunin " goda alan