DANIA

DANIA
ingin pulang



kini pun dania menatap bibik ina nya dengan Perasaan terharu senang Dan bahagia, karena di saat dania sedang sakit, sedih, maupun marah sang bibik Dan paman selalu Ada di sampingnya menemaninya.


"makasi paman Dan bibik yang selalu Ada di samping ku menyemangati ku, tanpa kalian berdua aku tak tau akan menjadi apa " ucap dania dengan lirih tak merasa kini pipi dania basah oleh butiran kristal yang jatuh dari mata nya itu


"aku berjanji akan menjadi anak berbakti kepada kalian maafkan dania yang selama ini membuat paman Dan bibik susah" lirih dania


karena dania terlalu lelah menatap nasib nya dania pun tertidur


tak merasa kini sang fajar pun mulai menyapa membuat tidur dania pun terganggu akibat cahaya yang masuk dalam kamar rawat nya itu


dania pun mengucek mata nya Berkali - kali untuk menetralkan mata nya dengan cahaya matahari


"ahhhh Sudah pagi rupanya, kamana bibik kok pagi - pagi Sudah tak Ada " ucap dania sambil melihat kanan kiri karena tak Ada batang hidungnya sang bibik


"mungkin bibik lagi ke luar " ucap dania


dania pun kini merasa sehat Dan dania ingin sekali pulang ke rumah karena dania Sudah bosan berada di sini ya walaupun baru satu malam sih.


clekkkkk terdengar suara pintu di buka dania pun melihat ke Arah pintu ternyata sang bibik datang sambil membawah sesuatu di tangan nya


"udah bangun dari tadi? " tanya ina


"baru kok bik, bibik dari mana? " ucap dania


"bibik dari luar beli sarapan untuk kamu, karena bibik tau kamu pasti tak suka sama masakan rumah sakit " ucap ina sambil menyiapkan sarapan untuk dania


"bibik memang top the best deh, tau aja kalau aku gak suka masakan di sini " ucap dania


"ya udah kalau gitu ni makan dulu sarapan nya " ucap ina sambil memberikan dania bubur ayam untuk di makan


tak butuh waktu lama dania pun langsung mengabiskan bubur ayam itu tanpa sisa dikit pun


"uhmmmm enak sekali bik " ucap dania


"ya makasi bik, ohh ya apa bibik Sudah sarapan? " tanya dania


"bibik udah sarapan kok tadi di bawah sambil menunggu pesan bubur " ucap ina yang duduk di samping tempat tidur dania


"bagimana keadaan kamu? " tanya ina


"Sudah lumayan membaik sih bik, bik kapan kita bisa pulang ? " tanya dania


"bik gak tau mungkin setelah hari ini kamu di periksa baru kita tau kapan kamu boleh pulang" ucap ina


"tapi bik lama gak " ucap dania


"emang kenpa? " tanya ina, ina tau kalau ke ponakan nya ini pasti Sudah bosan berada di rumah sakit


"aku bosan bik.... " rengek dania seperti anak kecil


"hahaha bik tau, kamu bosan, tunggu sebentar aja " ucap ina


"ihhhh bibik kok malah di ketawai sih " ucap dania sambil cemberut


ina pun hanya menangapi dengan senyuman


"bibik ponsel ku di mana ? " tanya dania


"ponsel kamu, tu Ada di nakas" ucap ina sambil menujukan ponsel dania terletak


tanpa mengulur waktu dania pun langsung mengambil hp nya itu, Dan di lihat hp nya mati


dania pun langsung mengidupkan hp nya itu, tak menunggu waktu Lama hp nya pun menyalah dab terlihat banya sekali panggilan tak terjawab dari krisna Dan wa maupun pesan biasa dari cowok itu.