
ina pun terdiam saat mendengar perkataan dari suaminya itu, yaa ina menjadi saksi gimana? kejam kedua orang dania yang tak meinginkan ke hadiran dania Ada di dunia ini dari masih orok sampai sekarang tak pernah Ada yang berubah masih sama kadang ina merasa perhatin gimana sesama wanita pasti ingin memiliki seorang anak, tapi tidak dengan kakak ipar nya itu sungguh tak ingin ke hadiran malaikat kecil itu yang kini telah menjadi gadis cantik yang tangguh.
"mas...... " ucap ina
"kenpa mi... " ucap Leo
"kenapa dokter lama banget periksa dania mas, aku jadi takut mas " ucap ina
"hmsss mass juga gak tau mi.... " ucap Leo yang kini bertambah panik
Leo pun merasa takut akan terjadi sesuatu ke pada ke ponakan nya itu, biar gimana pun Leo Sudah menyayaginya begitu tulus seperti anak kandung nya sendiri
ceklek....... terdengar pintu terbuka, dan keluarlah seorang dokter dari ruangan tersebut
leo dan ina pun segera menghampiri dokter tersebut
"gimana dok keadaan, ke ponakan saya ? " tanya Leo
"keadaan baik-baik aja, cuma... " dokter pun menjeda ucapan nya
"kenapa dok.... ? " tanya ina yang kini mulai resah
"pasien cuma setrees, dan kurang istirahat, itu yang Mengakibatkan pingsan, selain itu tidak Ada indikasi yang menyatakan pasien mengalami penyakit serius sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang rawat ucap dokter tersebut
Leo pun hanya mengaguk kan kepalanya, dan dokter meninggalkan tempat tersebut .
tak lama kemudian suster pun mendorong bangkar dania yang akan di bawah ke ruangan rawat.
dan kini sekarang Leo dan ina berada di rua VIP tempat di mana dania di rawat di mana dania masih terbaring belum sadarkan diri
"ya....... Ada apa " ucal Leo
"menurut mas apa yang membuat dania emosi sehingga membuat dia setrees" ucap ina
"mas juga gak tau, mi.... " ucap Leo
"tapi saat dania sebelum pingsan dia menuduh kamu memberitau semua tentang dia ke pada seorang dan no hp tanpa seizin dia mas " ucap ina
"tapi mas gak pernah cerita tentang dania kepada siapa pun itu, dan soal no hp juga mas gak pernah ngasih siapa - siapa, karena mas tau akan kemarahan ke ponakan ku itu tak aka bisa di kendalikan " ucap Leo
"tapi siapa yang membuat dania semarah gitu " ucap ina
"entalah" ucap leo sambil mengedipkan bahunya
"ahhhh ya.... siapa orang itu yang membuat dania seperti ini, kayak nya aku harus selidiki ini, biar tak akan terulang lagi" batin Leo yang kini sambil menatap dania yang masih belum sadar
"mas, aku pulang dulu yang untuk mengambil pakian untuk dania, dan sekalian mau ngasih surat izin sakit ke pada teman dania " ucap ina
"ya mi, kamu bisa kan pulang sendiri, kita tak mungkin ninggalin dania di sini sendirian " ucap leo
"ya mas, lebih baik mas di sini temani dania, aku bisa sendiri kok mas, ucap ina
" ya udah hati - hati di jalan " ucap Leo
ina pun hanya mengaguk kan kepalanya dan langsung pergi dari ruang tersebut.
sementara itu di tempat lain krisna pun merasa bersalah akibat ucap nya itu, krisna takut jika terjadi sesuatu ke pada dania, dia orang pertama kali yang akan merasa bersalah.