DANIA

DANIA
UGD



"uhhhhh paman kira kamu Sudah sembuh dania sayang, karena lama Sudah tak lama pernah liahat kamu emosi dan pingsan gini, tapi ternyata paman salah " ucap Leo sambil mengusap rambut dania


"cepat lah sadar dania " sambung Leo


ina pun datang dari belakang sambil membawa napan yang berisi segelas air putih


dan meletakanya di meja


ina mun mengoles kan minyak hangan itu ke pening dania berharap dania cepat bisa sadar


tapi nyatanya dania pun tak kunjung beraksi sehingga membuat ina cemas


"mas gimana ini, ini udah lama dania gak sadarkan diri, aku takut dania terjadi sesuatu" ucap ina dengan cemas


"gimana kalau kita bawah dania ke rumah sakit aja mi" ucap Leo yang tak kalah kahwatir dari ina


"ya udah mas, ayo cepatan kalau begitu, tunggu apa lagi " desak ina


tanpa lagi bertele - tele Leo pun mengangkat tubuh dania membawahnya ke mobil dan menepatkan di kursi belakang yang di temanin ina, Leo pun langsung mengemudikan mobil menuju ke rumah sakit terdekat, tak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah sakit, Leo pun langsung megendong dania membawahnya masuk ke rumah sakit.


"suster...... dokter...... " panggil Leo


tak butuh waktu lama datang lah seorang suster dengan mendorong bangkar


"ini keponakan saya tiba - tiba pingsan sus,tolong sus.. " ucap Leo


"ya.... kami akan usahakan pak " ucap suster tersebut sambil membawa bangkar dania ke UGD kini dania pun Sudah berada di dalam ruang UGD dan kini telah di periksa oleh seorang dokter


sedangkan di luar ruang terlihat Leo dan ina sedang panik menunggu hasil pemeriksaan dari dania


"mass apa kita perlu kasih tau ke adaan dania ke pada kakak ipar" ucap dania


Leo mengehela nafas


"gak usah" ucap Leo dengan wajah datar


"tapi kan mereka itu orang tua nya dania mas " kata ina


"jika mereka merasa orang tua nya dania, tak sepatutnya mereka memperlakukan dania seperti itu dari kecil, dania itu seorang anak yang membutuhkan kasih sayang, bukan malah........ " ucapan pan Leo pun berhenti hatinya begitu sesak saat mengetahui keadaan dania yang dari kecil tak pernah mendapat kasih sayang dari ke dua orang tuanya, malah dania anak yang di ingikan hadir di dunia ini, berbagai macam usah telah di lakukan oleh istri kakaknya itu untuk megugurkan dania sejak di dalam kandungan, tapi tak di sangka dania begitu kuat bertahan di dalam kandungan ibunya itu, sehingga dania harus di paksa lahir dalam ke adaan prematur, tapi semua itu kehendak tuhan di atas, yang membuat dania menjadi seperti sekarang, walaupun dania tak pernah mendapatkan kasih sayang dari ke dua orang tua nya, tapi dania mendapatkan begitu limpah kasih sayang dari neneknya, Leo dan ina


mengingat hal itu membuat Leo berpikir keras untuk tidak memperi tau ke adaan dania yang sekarang, bukan dania akan segar sehat tapi kemukinan besar dania bakan akan bertambah drop


"tapi..... mas" ucap ina yang tau apa yang Ada dalam benak suaminya itu


"udalah ..... mi kita aja yang merawat dania, aku gak mau dania kenapa - kenapa, kalau keadaan dania sudah Membaik baru kita bisa menghubungi ibu biar ibu tak kahwatir dengan cucu kesanyangan nya ini " ucap Leo