DANIA

DANIA
dou resekk



sementara di rumah sakit dania di buat pusing oleh ke dua sahabat nya siapa lagi kalau bukan era dan viola, mereka berdua datang berkunjung untuk melihat ke adaan dania.


"beb gimana keadaan kamu " ucap era


"bab beb bab beb kepala lo, yang benar aja dania gimana keadaan kamu tau " ucap viola.


"ihhhh sama aja tau " ucap era dengan cemberut


"kan lebih enak dengernya ya kan danai " ucap viola


dengan mengela nafas dania pun ber kata


"kalian ini ke sini mau jenguk aku, apa mau ribut? "


"mau jenguk kamu lah ya ka vi" ucap era


"ya benar aku sama era ke sini mau jenguk kamu " ucap viola mebenarkan perkataan era


"ya udah kalau gitu kalian diam jangan ribut " ucap dania


"ok bozzz " ucap era dan viola barengan


"terus gimana ke adaan kamu " ucap era kembali


"ya tadi nya sih baik - baik aja, tapi sekarang udah gak " ucap dania


"yang benar di mana sakit apa aku harus perlu panggilin dokter era cepat kamu keluar cari dokter dania sekarang gak baik - baik " ucap viola dengan cemas dan tegas menyuruh era mencari dokter


"ahhhh... " ucap era yang melongo atas ucapan viola


"aduhhhh era.... cepatan napa sih kenapa kamu diam ajaa" ucap viola dengan kahwatir


"hahaha hahahaha..... " tawa dania pun peach karena tak sangup menahan nya


"kenapa kamu ketawa dania " ucap viola


"isss kamu ini vi vi vi vi kelewatan deh, lihat aja era aja sampai melongo tak Ada respon dari ucap kamu, karena kamu panik sih" ucap dania sambil memakan apel


"ya itu karena ke datangan kalian berdua dari tadi bertengkar terus mebuat aku jadi pusing " ucap dania


"kalau gitu maafin viola ya, karena ini semua gara - gara viola " tuduh era yang tanpa dosa


"what....... apa kamu bilang era, salah aku, bukan ini salah kamu era " ucap viola dengan nada tinggi


"mulai lagi deh" dumel dania


"hussssstttt viola bisa kecilin sih suara kamu ini rumah sakit, kasihan dong nanti pasien nya di sini mendadak kena serangan jantung gara - gara dengar suara kamu" ucap era sambil menaruh telunjuknya di bibirnya bertanda menyuruh viola diam


"bodoh amat ini kan mulut aku, terserah mau aku ngomong kayak gimana emang situ yang suara kecil bahkan semut aja gak dengar " ucap viola


"ihhhh kok viola bawah suara aku yang kecil sih, kecil gini suara aku imut lo " ucap era dengan centil untuk mengoda viola


"imut dari mana?, imut di dengar dari lubang sedotan mana Ada " ucap viola


"ihhhh viola gak percaya sih sama suara era, ini era nyanyi biar viola bisa dengar suara imut era


" aduhhh mati dah kalau sampai era nyanyi di sini bisa - bisa aku langsung mutah dengar suara centil nya itu yang tak ketulungan " batin viola


"viola...... " ucap dania dengan tatapan tajam


glekkk... viola pun menelan silvianya seakan mengerti kode yang di berikan oleh dania


"kok pada diam, ya udah kalau gitu era nyanyi aaaa...... mmmmhhmmm "


viola pun langsung membukam mulut era saat era mau bernyayi


"yaa aku akui suara kamu imut, tapi nyanyi nya entar aja ya kasihan dania nya lagi sakit " ucap viola sambil melepaskan tangan nya dari mulut era


"dari tadi kek gitu akui kalau suara aku imut " ucap era dengan wajah cemberut


"yayaya era suara kamu imut " ucap viola


"bikin muntah..... " batin viola.