DANIA

DANIA
doa sang nenek



pov krisna


kini krisna mengendari mobil menuju arah tak tertentu ke mana tempat yang akan krisna tuju hanya dari tadi krisna mondar-mandir


"ya.... Tuhan dania... dania di mana kamu, ke mana kamu pergi dan kenapa juga kamu gak angkat ponsel mu " lirih krisna


kring.... kring...... kring..... kring.... kring...


ponsel nya krisna pun berbunyi


krisna pun menepi kan mobil nya dan melihat siapa yang menelpon nya


saat melihat nama dania yang menelpon nya tak membuang - buang waktu krisna pun langsung menerima panggilan tersebut


"syukur lah.... dania kamu akhirnya menelpon aku, kamu tau gak aku dari tadi seperti orang gila mencari kamu sana ke mari " cerocos krisna tanpa memberi ke sempatan orang di seberang telpon berbicara


" maaf ini dengan siapa ya.... "ucap orang di seberang telpon


krisna pun terdiam saat mendengar suara lawan bicara nya tersebut suara nya seperti orang tua krisna pun berpikir apa dia yang salah menerima telpon krisna pun melihat layar telpon nya dan melihat masih dengan nama sama tapi suara nya berbeda


" ini benar no telpon nya dania tapi kok yang nelpon suaranya bukan suara nya dania kok seperti suara ibu "pikir krisna


"saya krisna , tapi maaf sebelumnya ini no telpon teman saya, tapi kenapa ibu yang menelpon saya? "


"uhh... maaf sebelumnya anda bisa ke alamat xxxx pemilik no telpon ini sedang tidak sadar kan diri tolong cepat "


"ahhhh...... " krisna pun melogo saat mendengar perintah dari wanita seberang telpon tersebut


"cepat lah..... tut.... " wanita tersebut langsung mematikan telpon nya begitu saja


krisna saat mendengar suara telpon yang di matikan begitu saja sontak krisna pun langsung menajap gas mobilnya menuju tepat yang di sebut kan oleh sang penelpon tanpa berpikir apa pun


author pov


terlihat nenek baru saja mematikan ponsel dania dan berharap no nya yang di hubungi nya itu segera sampai di rumah nya


"mama.... apa yang mama lakukan " ucap william


"meminta pertolongan... " ucap nenek dengan sinis


"seenak nya mama meminta pertolongan dengan orang yang kita tidak kenal " ucap william dengan muka merah padam


"itu lebih baik dari pada hanya melihat kalian hanya memperhatikan putri kalian seperti ini " ucap nenek


"Sri....... " terik nenek


dengan tergesah - gesah Sri pun menghampiri nenek dan terkejut saat melihat gadis yang tadi datang dengan ceria kini tergeletak tak sadar kan diri dengan darah yang keluar dari hidung tanpa henti Sri pun memperhatikan tuan dan nyonya nya yang begitu santai melihat pemandangan tersebut


"ya.. Tuhan apa ini ada hubungan nya saat aku memberi tau kepada tuan kalau ada tamu yang di rumah ini dan tuan datang kepada gadis ini aku sih tak begitu mendengar percakapannya " batin Sri


"Sri.... kenapa malah melamun di situ bantu saya menghentikan darah ini yang terus keluar daru hidung nya " ucap nenek


"ahh ya.. ya.. ya.. ibu " ucap Sri


Sri pun pergi mengambil beberapa tisu


"ini bu coba saja sumbat dengan tisu ini semoga saja darah nya bisa berheti


nenek pun mengambil tisu tersebut dan melakukan apa yang di bilang oleh Sri


dan benar saja darah nya berheti seketika


tapi tubuh dania pun lama - lama semakin dingin


" ya tuhan selamat kan lah cucu ku, jika di selamat dan sehat seperti dulu lagi, aku janji akan mengabulkan semua ke ingin nya "doa nenek di dalam hati