
"huh... " dumel dania, dania pun tak tau apa yang harus dia lakukan terhadap wa mauapu panggilan tak terjawab dari krisna
dania pun masih kesal pada krisna
"apa yang aku harus lakukan hati terlanjur kecewa terhadap mu" batin dania
tring.....
hp yang kini masih di tangan dania pun ber bunyi menampilkan panggilan dari sahabat nya
yaitu viola
tak buang - buang waktu dania pun menerima panggilan tereebut
"halo..... vi " ucap dania
"dania ..... " teriak viola sehingga dania harus menjauh kan hp dari telinganya karena suara terlalu keras
"hiiiiss kamu ya vi biasa pelan - pelan kenapa bicaranya, gak usah terik - teriak gitu lama - lama kuping aku busa budek dengar teriak kamu " ucap dania
"hehehe... maaf dania, " ucap viola
"Ada apa pagi - pagi nelpon? " tanya dania
"oh ya, kamu kenapa gak sekolah dania? " tanya viola
"aku sakit, ni sekarang masih di rumah sakit " ucap dania
"what.... kamu sakit, sakit apa dania kok gak bilang sih " teriak viola
"woy vi, kan aku sudah bilang jangan teriak - teriak kuping aku sakit nih " ucap dania
"hehehe sorry, dania " ucap viola
"ya ya ya, udah kamu sekolah aja jangan ke banyakakn nelpon" ucap dania karena kesal dengar teriak dari sahabat nya itu, tanpa menunggu ucap sahabat nya dania pun langsung mematikan panggilan nya.
"siapa dania " ucap ina sambil mengapiri dania karena ina melihat dania menerima panggilan telpon dari seseorang
"ahh itu bik si viola " ucap dania
"ohh viola tak kirain siapa ? " ucap ina
"emang bibik pikiri siapa yang nelpon aku tadi" ucap dania yang masih sedikit sensitive
"krisna " ucap ina, karena ina ingin tau bagimana ekspresi dania saat ina menyebut nama tersebut
"ngapin tu cowok nelpon, gak Ada guna juga bik " ucap dania
"tapi dania tak seharusnya kamu marah sama krisna, krisna lakukan itu karena ingin lebih dekat dan mengenal kamu " ucap ina
"tapi gak gitu juga caranya bibik, kenapa gak minta no hp aku baik - baik saja kan bisa gak harus nyolong di hp nya paman. itu nama nya gak gentle bik dan perbuatnya gak baik juga bik " ucap dania
"tapi masak gara - gara dia nyolong no hp kamu di hp paman kamu marah sih " ucap ina
dengan mengela nafas dania pun terdiam tak menjawab perkataan bibik nya
"ya udah kamu renung kan dulu, sebelum mengamil ke putusan biar kamu gak nyesal nanti nya, bibik mau ke bawah mau beli sesuatu kamu mau nitip gak? " ucap ina
dania pun mengelengkan kepalanya
"ya udah bibik keluar dulu " ucap ina
melihat reaksi dania yang diam tak mau bicara lagi ina pun memutus kan ke bawah untuk membeli makanan.
saat ina keluar dari ruang rawat dania, dania pun masih diam dan memikirkan atas ucapan bibik nya, apa kah dia harus memberi kesempatan kepada krisna atau dania tak peduli lagi pada krisna, dania bingung harus bagimana, jujur dania mulai merasa nyaman bersama krisna yang walaupun hanya kenal beberapa hari saja Ada rasa takut jika krisna tak peduli lagi nanti.
"ahhhhh bodoh amat terserah dia mau apa aku tak peduli " ucap dania dengan emosi.