
"ohhh jadi lo itu mau balls dedam ya sama gue " ucap aldric
"gak kok, cuma niru lo " ejek krisna
"sialan lo, sana pergi lo " usir aldric
"ya ya... ni gue mau pergi " ucap krisna sambil melangkah kan kaki nya ke luar dari rumah aldric
saat pergi nya krisna aldric pun mengela napas nya
"ya tuhan gini amat gue punya teman, tapi biar bagimana pun tolong jaga sahabat gua tuhan " ucap aldric
kini krisna sudah berada di atas motor ke sayangan nya krisna pun melajukan kecapatan motor nya melebihi maksimum sehingga krisna melaju sangat cepat
tak butuh waktu lama kini krisna sampai di rumah nya
tanpa mengetuk pintu atau menekan bel rumah krisna pun langsung nyelonong begitu saja masuk ke dalam rumah orang tua nya krisna pun menuju ruang keluarga terlihat mami nya menagis dan papi nya yang duduk di sofa sedang memejam kan mata nya sambil tangan nya memijat kening nya mungkin pusing
"mi pi aku pulang " ucap krisna sambil duduk di sofa sebelah papi nya krisna masih takut duduk di samping mami nya ya walaupun saat sekarang ini mungkin mami nya gak akan menghukum krisna dari segi waiah nya mami lagi sedih
"Ada apa pi kok mami menagis? " tanya krisna
"hmzzzzz.... " ucap keenan tak menjawab pertanyaan dari anak nya itu
"pi ayo lah tolong ceritakan jangan buat aku Penasaran " ucap krisna
"kesalahan apa yang kamu buat? " tanya keenan, keenan tak menjawab pertanyaan anak nya tapi malah balik memberi pertanyaan
"hari ini aku banyak melalukan ke salahan pi " ucap krisna
"terus... " ucap keenan yang menunggu sang putra untuk melajutkan ucapannya
"aku telah memberi makanan sisia ku ke pada dev Dan div " ucap krisna sambil menundukkan kepalanya
"ahhhhh..... " keenan pun membuang nafasnya
"kenapa kamu kalukan itu ? tanya keenan ingin tau alasan putra
" karena aku gak bisa mengabiskan makanan "ucap krisna
" ahhh kau ini bukan anak Kecil lagi krisna mengapa kau begitu bodoh, jika kau tak bisa mengabiskan makanan itu kenapa kau itu
melarang dania atau menghentikan saat dania mengabilkan makanan mu, seharusnya kau itu bisa menghentikan saat makanan yang di ambil dania sudah terasa cukup tidak membiarkan dania terus mengabil makanan yang melapaui batas mu"ucap keenan dengan menahan rasa bersalah nya sehingga keena tidak mengunakan Kata kamu tapi kata kau
Elena yang menyaksikan ayah Dan anak itu berbicara. Elena tak bisa melakukan seauatu jujur saja Elena saat ini ingin menjitak anak nya itu, tapi rasa takut yang begitu besar terhadap dania yang mengurung diri di kamar nya, Elena takut akan terjadi seauatu terhadap dania
"it....... u....., iiiii.... tu...., pi " ucap krisna dengan terbata - bata apa krisna harus memberi tau kepada papi akan perasaan nya terhadap dania
"kenpa.....? " tanya keenana
"a..... ku...... " ucap krisna pun terheti karena krisna ragu mengatakan kepada papi
"why,,come boy can't tell me kau itu pri kenapa lemah gini kau itu sudah dewasa kenapa seperti ini papi gak merasa punya anak yang lemah ini, ke mana krisna yang dulu " ucap keenan dengan mengebu - ngebu