DANIA

DANIA
rintik - rintik hujan



kedua teman pun terdiam saat dania mengatakan hal tersebut.


tak terasa jam pelajaran terakhir telah usai kini para siswa pun beramuran keluar dari kelasnya mereka semua sedang berlomba - lomba sampai di rumah nya Dan melakukan aktivitas lain.


beda hal denga ke tiga wanita ini ya berjalan santai menelusuri lorong sekolah yang kini mulai sepi


"uhhhh habis dari sekolah kita mau kemana mau langsung pulang atau nongkrong dulu? " ucap era


"kayak nya aku pulang dulu deh kan kalian tau kalau aku baru aja sembuh, jadi nongkrong nanti - nanti aja deh, atau kalau kalian mau nongkrong, nongkrong aja berdua " ucap dania


"haaaaa mana seru kalau cumak nongkrong sama si jungkri ini berdua pula " ucap viola


"sial kamu vi, siapa yang kamu sebut si jungkri ng " ucap era


"kamu siapa lagi " ucap viola yang memuali bendera perang


"awazzzz..... " perkatan era pun ter potong oleh dania


"udah - udah kalian kayak anak kecil aja gak ada kerjaan apa selain bertengkar " ucap dania sambil melangkah kan kaki nya keluar dari sekolah Dan kini dania pun berdiri di depan gerbang sekolah sambil memesan taksi online


"dania kamu pulang dengan apa? " tanya viola


"aku pulang dengan taksi online aja " ucap dania


"gimana kalau kamu pulang nya bareng sama kami aja " ajak era


dengan bingung dania pun bertanya "apa kalian berangkat barengan? "


"hehehe ya" ucap era


dania pun hanya mengeleng - gelengkan kepalanya


"benaran gak mau berangan sama kami " ucap viola


dania pun hanya mengeleng - gelengkan kepalanya


"ya udah kalau gitu aku temani kamu sampai taksi online nya datang gimna " tawar era


"gak usah bentar lagi taksi online sampai kok, kalian pulang aja deh " ucap dania


dengan mengela nafas viola pun berkata "ya udah kalau gitu kita pulang duluan kamu hati - hati ya di jalan "


dania pun mengaguk kan kepalanya


"ya udah aku sama viola pulang dulu" ucap era


"ya hati - hati di jalan " ucap dania


"ya bye bye dania " ucap era Dan viola bersamaan sambil melambaikan tangan nya


"bye " ucap dania sambil membalas tangan juga


setelah ke pergian ke dua sahabat dania, dania pun masih setia menunggu taksi online nya itu yang belum kunjung datang .


ketika dania menunggu taksi online. dari seberang jalan Ada sebuah mobil sedang mengawasi dania, di dalam mobil tersebut Ada sosok lelaki yang dari tadi terus memperhatikan pergerakan dania yang sedang menunggu taksi online itu.


Ada rasa ingin memajukan mombilnya Dan menjemput dania, tapi sosok lelaki ini tak mau terjadi salah paham yang berlanjut, Dan membuat jarak mereka semakin jatuh, cukup saat ini menatap nya dari jauh dulu .


kaki dania pun pegal dari tadi menunggu taksi online nya pun belum kunjung datang, kini dania pun menatap langit di atas, warna langit yang dulu nya memacarkan cahaya terangnya seketika menjadi gelap gulita yang bertanda hujan Akan segera turun.


dania pun semakin kesal saat melihat keadaan nya saat ini rintik - rintik hujan sudah turun mebasahi bumi tapi yang di tunggu pun belum datang, saat Dania kesal karena taksi online belum datang tiba - tiba saja Ada sebuah mobil berhenti di depan dania.