
sementara itu di tempat lain krisna pun merasa bersalah akibat ucap nya itu, krisna takut jika terjadi sesuatu ke pada dania, dia orang pertama kali yang akan merasa bersalah.
tapi keinginan dia untuk segera sampai ke rumah nya dania kini harus teralang oleh mecat di jalan, yang mengakibat krisna harus ikut terjebak juga
"ahhhh sial..... kalau begini terus aku gak akan sampai, sampai nih " dumel krisna
krisna pun mengambil hp nya untuk mengubungi dania tapi nihil tak diangkat sama sekali oleh dania
"ahhhh ke mana sih tu anak, kanapa wa dan panggilan dari aku gak di angkat - angkat sih" sambung krisna
"apa segitu nya marah sama aku cuma aku minta no hp nya dari paman Leo, ahhh maksud larat bukan minta tapi nyolong, seharusn gak akan jadi masalah sih " pikir krisna dengan santai
"tapi tadi aku lihat dania begitu marah, dan langsung pergi begitu saja, apa mungkin gengsi" ucap krisna yang kini mulai menyemangati diri nya sendiri.
sementara itu di rumah sakit Leo pun masih memperhatika wajah dania yang terlelap
"dania sayang, cepat bangun ya..., paman begitu sayang sama kamu, dan paman janji akan caring tau siapa yang membuat kamu seperti ini lagi" ucap Leo
Leo pun berjalan ke arah jendelah kamar dan memperhatikan pemandanga di luar jendela yang kini napak banyak berbagai kendaraan, karena ini Adalah hari weekend di mana saat harus mengabiskan waktu bersama keluarga, tapi tidak dengan gadis yang kini sedang taksadarkan diri bahkan orang tuanya pun seakan tak peduli keadaan dania,.
Leo pun mengela nafas untuk terjadi hari ini, sebenarnya ia ingin menghabiskan waktu bersama istri dan anak - anak nya itu dan ke ponakannya yang super jahil itu, tapi kini harus pupus sudah keinginan nya itu.
"ahhhh kenapa ini sungguh tak adil, aku ingin memiliki seorang putri tapi sampai sekarang akun pun tak memiliki nya, sedang kakak ku sendiri memiliki putri yang begitu cantik tapi malah di sia - siakan" pikir Leo
saat krisna sampai di depan pintu, tiba - tiba pintunya pun tebuka meperlihatkan ina yang keluar dari dalam rumah sambil membawa tas berukuran sedang
"sore bibi... " sapa krisna
"sore .... kok kamu bisa Ada di depan pintu " ucap ina yang kaget
"hehehe..... ya bi.., oh ya bibi mau kemana kok bahwa tas gitu " tanya krisna
"sebenarnya bibi mau ke rumah sakit, " ucap ina
"ahhhh ke rumah sakit bi, siapa yang sakit.... " ucap krisna
"itu dania tadi.... " ucap ina pun terpotong begitu saja akibat Ulah krisna
"tapi dia gak kenapa - kenapa kan bi, kalau begitu ayo kita ke rumah sakit sekarang " ajak krisna
"heh..... " ucap ina yang terhenti saat melihat krisna yan kini Sudah berlari ke seberang rumah nya untuk menuju ke rumah sakit
saat ina yang masih bengong di depan pintu terdengar suara klason dari luar gerbang.