
ya tuhan jika apa yang di bilang bibi benar gue bisa malu kalau begitu, mau taruh di mana muka gue ini, ah kulkas mana kulkas bodoh kamu dania.
"hahahahahhahah" tawa krisna dan ina ber barengan
"ahhhh kenapa kalian pada ketawa? " tanya dania
"gak apa - apa kok, oya bik dania aku pulang dulu ya, kayak udah mau malam " pamit krisna
"ya udah, lain kali mampir lagi ya " kata ina
"ya bik selamat sore" ucap krisna
"sore " jawab ina dan dania berbarengan
"bik aku pulang, juga ya " pamit dania
"kamu gak nginep di sini" tawar Ina
"gak bik, oya aldo sama aldi belum pulang bik " tanya dania
"tadi mereka telpon bibik, kata mau nginep ke rumah neneknya, mumpung besok libur " jawab ina
"owchhh...., ya udah aku balik ya bik," ucapa dania
"ya udah kalau mau pulang, tapi hati-hati di jalan ya " ucap ina
"sip bik " ucap dania
dania pun langsung menuju ke kamarnya untuk memgambil tas sekolah nya dan jaket, mudiaan dania pun pamit dengan bibik nya untuk pulang, tak butuh waktu lama dania pun sampai di rumah nya.
saat Akan masuk ke dalam rumah tiba-tiba saja terdengar suara benda jatuh
pranggggggg............
prang.......... sekali lagi bunyi itu berbunyi
dania pun jadi panik, dania pikir apa ada maling, sehingga dania pun pelan - pelan masuk ke ruang tamu
"kok sepi ke mana semua orang"ucap dania sambil mengederkan Pengelihatanya.
dan untuk ke sekian kali nya terdengar lagi suara yang sama dan kini lebih keras
pragggggg.......... ..........
" kayak nya berasal dari teras belakang deh" ucap dania, dan kini dania pun menuju ke teras belakang, betapa terkejut nya dania melihat pemandangan di depan nya, semua pot bungan dan vas bunga pecah berseraan, tanah Ada di mana - mana, pecahan guci keramik berserakan. hal itu membuat dania takut, untuk ke sekian kalianya, sambil berjalan dania pun Memperhatikan sekitarnya tiba-tiba saja terdengar suara ribut dari samping. dania pun menuju ke sana, di lihat, mamanya sedang ribut dengan sang nenek. sedang ayah nya hanya diam tak melarai pertengkaran kedua nya.
ini bukan hal pertama kali nya dania melihat pertengkaran ini, dania pun sudah menyaksikan pertengkaran ini bertahun - tahun, ini yang menyebabkan salah satu nya dania tak betah di rumah.
sambil berdiri dan menyaksikan pertengkaran tersebut dania mengela napas nya
"ahhhh........ kenapa ini terjadi lagi, aku sudah lelah melihat ini " dumel dania dengan suara pelan
karena sudah bosan melihat pertengkaran tersebut akhirnya dania pun mengeluarkan suara nya.
"apa kalian tidak punyah hari, tanpa harus bertangkar" ucap dania dengan suara keras
"ini semua gara - gara nenek mu ini semua, makanya terjadi bertengkar ini" ucap mama
"apa kamu, bilang gara tua renta ini semua ini terjadi" tungkas nenek
"ya ini semua gara - gara mama, jika mama tak memulainya, mak- " ucap mama, belum selsai mama berbicara, nenek langsung memotongnya
"ohhhh jadi ini semua salah tua renta ini, hahaha..... kamu ini menantu yang menyalahkan mertua aja, emang salah jika mertua mu ini memintak perhatiaan anak dan menantu" ucap nenek
"ahhhh mama apa salah, jika nenek mintak waktu kalian sedikit, kasihan nenek yang selalu sendirian, dia butuh waktu kita untuk bersama - bersama.