
dania pun mengela nafas saat mendengar perkataan bibik nya itu
"ya udah, untuk paman, aku akan memaafkan, tapi tidak dengan cowok itu.... " ucap dania
"tapi...... dania" perkataan ina pun berheti karena di potong oleh krisna
"gak apa - apa bik, kalau gitu krisna pulang dulu, permisi " ucap krisna
"ya udah hati - hati di jalan " ucap Leo
krisna pun mengaguk kan kepalanya Dan melirik ke Arah dania terlihat dania men buang muka krisna pun melangkah kan kaki nya menuju ke luar ruang tersebut.
Dan kini krisna duduk di dalam mobil nya Dan mengidupkan mobil nya, krisna pun merasa ber salah atas apa yang di lakukan tanpa berpikir dulu kini krisna pun perlu waktu untuk menenangkan dirinya.
Dan disni lah akhirnya krisna di sebuah club yang ternama di kota b untuk menghilangkan perih di hati nya itu, krisna pun kini di temani sebotol anggur merah untuk hati nya yang perih itu
"ahhhhh..... apa yang harus aku lakukan lagi untuk mendekati kamu lagi, apa aku harus mulai dari nol lagi, tapi aku akan coba untuk meruntuhkan sikap kamu itu... " dumel krisna
krisna pun tak Ada pilihan selain kembali mencoba mendekati dania lagi biar pun seribu penolakan yang akan di dapat oleh krisna
Ada senyuman, wajah merah merona dan pertanyaan aneh yang membuat krisna seketika jatuh cinta pada dania.
saat krisna sedang mengingat masa - masa bersama dania di temani si anggur merah
beda hal dengan dania yang kini sedang terbenung di dalam ruang rawat rumah sakit
rasa sakit hati, di bohongi, Dan rasa di campakkan itu lah sedang di rasa dania
dania tak tau apa hubungan dengan krisna tapi saat krisna mengatakan di memdapat no hp nya dengan cara mengabil dari hp paman nya tanpa izin dari dania atau pamannya, dania merasakan bahwa krisna tak jujur hal itu membuat dania kesal kepada krisna,
tapi sejujur dalam hati kecil dania, dania mulai merindukan tingkah kecil, perhatian dari krisna, walaupun bisa di bilang dania hanya baru saja beberapa kali bertemu dengan krisna, dania bisa melihat kasih sayang, Dan ketulusan dari mata krisna, tapi emosi dania yang tak terkontrol membuat dania seketika gelap mata.
"ahhhh ada rasa yang hilang " dumel dania sambil melirik ke kiri ke kanan di lihat nya bibik ina sedang istirahat, sementara paman Leo baru saja pamit untuk pulang ke rumah.
"ahhhh lagi - lagi aku harus membuat paman Dan bibik repot, seharus yang Ada di sini menemani aku yang sedang sakit adalah mama Dan Papa, tapi mereka entah di mana?, aku iri sama anak - anak yang di luar sana ya walaupun meraka kehidupannya berkecukupan, tapi dia memiliki kasih sayang dari orang tuanya, sedang kan aku walaupun hidup ku bergelimang harta, tapi aku tak medapatkan kasih sayang itu, beda dengan adik - adik ku, mereka mendapatkan apa yang dia mau, kasih sayang atau perhatian dari orang tuaku, apa kah di mata orang tuaku, aku ini berbeda padalah aku Dan adik - adik ku sama - sama lahir satu ibu dan satu ayah, mengapa mereka tak sayang pada ku "batin dania