
"siapa bilang kamu akan mempunyai adik yang seperti yang kamu katakan ini bahkan jauh dari halusinasi mu itu yang tak berguna " ucap keenan
"ya ya ya siapa tau aja " ucap krisna sambil memgedipkan bahunya
semetara keenan Dan krisna sedang berdepat panjang tentang siapa adik krisna
beda hal yang di lakukan oleh dania yang kini sedang berdiri di depan rumah mama elana Dan Papa keenan
"uhhhhh " dania pun menghemuskan napas panjang
"jika bukan gara paman Dan bibi yang memaksa aku untuk menginap di rumah ini aku gak akan menginap di sini apa lagi tentang kejadian tadi siang ahhh sungguh memalukan sekali bisa - bisa nya dia itu ceroboh sekali, ahhh kalau gini kan lebih baik aku pulang ke rumah aja tapi kenapa paman Dan bibi gak izin aku pulang sih "dumel dania
dania pun ragu akan menekan bel yang Ada di rumah tersebut
" tekan, gak, tekan gak tekan gak ahhhhh tekan aja apa pun yang terjadi aku harus hadapi nanti "pikir dania
akhirnya dania pun menekan bel rumah tersebut setalah ber pikir lama
ting..... tong..... ting.... tong.......
sura bel rumah pun berbunyi membunyarka pengguni rumah tersebut
Elena pu bergegas turun dari kamar tamu untuk membukan pintu rumah nya
keenan Dan krisna pun menghentikan berdebatannya yang tak berguna itu Dan menatap mami yang isteris Bernard menuju pintu
" ahhhh kayak nya posisi ku akan teracam nih "dumel krisna
dumelan krisna pun tersengar oleh keenan Dan langsung saja keenan memukul kepala krisna dengan remot tv yang di pengangnya
" aduh papi main pukul aja sakit tau "ucap krisna yang sambil mengelus - ngelus kepala nya.
" ayo... mask sayang "ucap Elena
dania pun mengakungkan kepala nya Dan mask kerumah tersebut, Elena pun kemudian menutup pintu depan rumah tersebut
" ayo... sayang " ucap Elena yang menarik tangan dania Dan mengajak dania menuju ruang tamu yang dimana keenan Dan krisna saat ini berada
"papi coba tebak siapa datang " ucap Elena
"siapa lagi kalau bukan anak perempuan kita " ucap keenan
"yapppp papi betul banget, ayo sayang duduk dulu " ucap Elena
dania pun masih diam Dan duduk di sofa, dania pun melihat krisna yang sibuk memainkan ponsel Dan taak perduli siapa yang datang kerena krisna pun Sudan kesal karena ulah papi yang seenak nya memukul kepala nya
"ohh nak kenalin dia kakak krisna " ucap keenan yang memperkenal anak nya yang semata wayang itu yang siapa tau kalau anak nya itu akan berjodoh dengan anak angkatnya ini
"aku udah tau kok pa " ucap dania
deggg!!!!
"suara ini kok seperti suara nya dania apa - apa jangan - jangan dania itu anak angkatnya papi sama mami " batin krisna
krisna pun berhenti memainkan ponsel nya Dan melihat seorang gadis berpakain baju tidur yang duduk di sofa
kini krisna pun melihat dengan jelas siapa yang duduk di sofa tersebut
"dania..... " lirih krisna
tiba - tiba saja krisna pun ingat kejadian tadi yang membuat krisna berteriak saat di balkon kamar nya Dan sekarang orang nya melihat tingkah konyol krisna tersebut berada satu rumah denganya sekarang krisna seketika wajah krisna seperti udang rebus menahan malu.