
pov leo......
leo pun pergi begitu saja dari rumah sakit dengan amarah yang begitu meluap
"cukup sudah, aku tak bisa lagi mentoleransi dari mu kak, aku tak bisa lagi melihat ke ponakan ku yang kau ini begitu saja segara lah saat aku memberi pelajaran pada mu kak tunggu aku " pikir leo
leo pun mwngemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi untuk segera samapai di rumah sang ibu nya leo yakin kakak nya dan istrinya pasti ada di rumah nya
leo pun tak merasakan rasa letih sama sekali setelah diri nya datang bayangkan saja dari pulang dadakan dan sekarang dirinya menuju rumah kakak nya
tak butuh waktu lama leo pun sampai di rumah ibu nya atau lebih tepat nya rumah kakak nya
leo pun langsung saja memarkirkan mobil nya di halaman tanpa mengetuk pintu leo pun labgsung saja membuka pintu depan rumah tersebut untung saja pintu rumah tersebut tak terkuci
"williammmmm........ erma....... keluar kalian.... " teriak leo....
sri nya mendengar suara teriakan tersebut langsung saja menghampiri nya
"tua.... ada apa tuan teriak... teriakkk? " ucap Sri
"di mana William dan erma? " tanya leo
"mereka ada di atas tuan " jawab srii..
"panggil kan mereka sekarang bilang ada Leon yang ingin bertemu dengan secepatnya.... " ucap Leon
"baik tuan..... " ucap Sri
sri pun langsung pergi memanggil willam dan erma
tak butuh waktu lama William dan erma pun datang dengan penampilan yang si sebut kurang rapi dengan peluh membanjiri tubuh mereka berdua...
leo yang melihat hal tersebut merasa geram leo tau apa yang baru saja yang di lakukan kakak nya dan istri nya tersebut
"wah... wahhh ... wah.... wah.. angin apa yang membawah mu ke sini? " ucap William sambil menuruni tangga dan di susul oleh erma di belakang nya
"pasti kau tau apa yang membawa ku ke sini " ucap leo dengan sinis
"ha.... ha... ha.. ha.. pasti anak sialan itu kan " ucap erma langsung duduk begitu saja di sofa
"lebih baik kau duduk lu kita bicarakan baik - baik apa yang membuat mu ke sini? " ucap William sambil duduk di sofa
dengan muka kesal leo pun langsung saja duduk di sofa dengan menaikan kakinya satu
"tak perlu basa - basi apa yang kau lakukan pada dania? " tanya leo
"emang ada apa dengan anak itu" tanya William dengan santai
"kita tidak melakukan apa pun itu " sambung erma
"kalian.... ini.... " ucap leo dengan marah
"apa kenapa kau marah leo ? " ucap leo dengan sinis
"aku tau kalian pasti sudah melakukan sesuatu sehinnga dania seperti katakan apa yang kalian lakukan " ucap leo dengan emosi
"tenang tenang..... jangan emosi dulu? " ucap William dengan cengengesan
"emang ada apa dengan anak itu apa dia sudah mati ? " ucap erma
"kau.... dasar wanita berhati iblis, bisa - bisa nya kau bilang begitu dengan anak mu sendiri anak yang kau lahirkan dan kau kandung 9 bulan " ucap leo dengan suara tinggi dan emosi
"heh.... kau siapa kau bisa bilang aku wanita seperti yang kamu bilang aku tak seprti itu " ucap erma tak Terima saat dirinya di bilang seprti itu