DANIA

DANIA
penyakit mematikan



"sabar mi..... kita berdoa dania tidak kenapa - kenapa " ucap krisna


"bagaimana kamu suruh mami mu ini bersabar saat mami tidak tau ke adaan dania di dalam krisna " ucap Elena dengan terisak


krisna pun terdiam membisu krisna tak bisa berkata apa pun lagi saat Elena mengatakan hal tersebut


nenek nya dania pun melihat yang baru saja terjadi di mana cucu nya sendiri malah di khawatir kan oleh orang lain dia merasa menjadi orang tua yang paling gagal di mana dia tak bisa mendidik anak nya untuk menyayangi anak nya kemudian hari


"lihat lah erma dan william anak yang kau tak sudi kau akui dan sayangi ternyata di luaran sana anak mu mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari orang - orang baik dan mereka semua menyayangi anak mu seperti anak nya sendiri " batin nenek dania


nenek pun mengalihkan pandangan nya tak kuasa saat melihat cucu ke sayangannya tak mendapatkan kasih sayang dari orang tua nya


"mi apa kah mami sudah menelpon tante ina dan om Leon " ucap krisna


"mami sudah menghubungi nya tadi, kata nya mereka akan segara menyusul ke rumah sakit,


krisna mami merasa bersalah kepada ina dan Leon karena dania di titipkan kepada kita dania seperti ini ke adaan nya " ucap Elena dengan lirih


"mami gak perlu menyalahkan diri sendiri ini semua terjadi di luar kendali kita semua " ucap krisna


clek...........


pintu ruangan UGD pun terbuka terlihat beberapa suster mendorong bankar dania keluar dari ruangan tersebut dan di ikutin Owlh dokter yang berjalan di belakang nya


krisna, Elena dan nenek dania yang melihat itu pun langsung menghampiri dokter tersebut


"dok itu mau di bahwa kemana cucu saya " ucap nenek dania


"itu buk, kita perlu melakukan beberapa tes kepada pasien selain pasien mengalami tekanan mental kami juga memprediksi bahwa pasien menderita penyakit leukimia, maka untuk memastikan itu maka pasien akan dilakukan beberapa tes " ucap dokter


saat dokter mengatakan keadaan dania semua yang mendengar nya bagaikan angin topan yang menerjang mereka masih tak percaya bahwa gadis cantik yang baru saja menginjak remaja itu tak di sangka mengalami penyakit yang sangat mematikan itu


"dokter tolong lakukan yang terbaik untuk ke sembuhan anak saya " ucap Elena


"kami akan melakukan dengan maksimal sesuai kemampuan kami" ucap dokter


"maksi dok " ucap Elena


"baik bu, jika semua proses telah selsai di lakukan maka pasien akan langsung di bawah ke ruang rawat jadi kalain semua bisa menunggu di ruang rawat " ucap dokter


"baik dok " ucap krisna


dokter pun pergi meninggalkan mereka yang masih di ruang tunggu UGD


tiba - tiba tubuh Elena pun merosot duduk di lantai Elena pun menangis histeris


"hikkk....... dania sayang mami janji akan melakukan apa pun itu agar kamu sembuh sayang hikkkk.... hik...... " ucap Elena


"mami..... " ucap krisna


krisna pun bersimpuh di dapan Elena dan memeluk nya


"sabar ya mi, dania pasti semuh, aku akan melakukan berbagai cara agar dania sembuh bila bisa aku pun bersedia mendonorkan tulang sumsum ku mi " ucap krisna


"it.... u gak bisa krisna, kita tidak bisa mendonorkan tulang sumsum kita, karena kita tidak ada hubungan darah dengan dania krisna.. bagimana ini krisna hik... hik.. " ucap Elena