DANIA

DANIA
pulang



mereka berdua pun berjalan terus sampai mereka sampai di sebuah tempat hanya bernuasa putih.


"tempat apa ini oma? " tanya dania


"inilah tempat kamu pulang" ucap oma lusi


dania pun memperhatikan sekeliling tempat tersebut


"bagimana cara nya pulang oma? " tanya dania dengan bingung


"tunggu sebentar saja kamu pasti tau cara nya pulang pesan oma cuma satu kepada kamu" ucap oma lusi


"apa itu oma? " tanya dania dengan penasaran


"saat kamu sudah berjalan, jangan pernah berhenti, atau pun menoleh ke belakang, jika ada suara memangil mu seperti menyerupai orang - orang yang kamu kenal jangan pernah menghiraukan mereka tataplah berjalan ke depan kamu mengerti kan" ucap oma lusi panjang lebar


"aku mengerti oma... " ucap dania


ztttt..........


sebuah cahaya putih muncul di depan mereka berdua


"ahhhh.... pergilah.... dania " ucap oma lusi


"ahh.. " ucap dania dengan bingung


"ikuti lah cahaya putih tersebut, cahaya itu akan mengantarkan mu pulang dan ingat lah pesan ku " ucap oma lusi


"ah.... baik lah oma " ucap dania sambil melangkah kan kaki nya menuju cahaya putih tersebut


sampai dania di depan cahaya putih tersebut dania pun berbalik dan tersenyum serta melambaikan tangan ke pada oma lusi


" bye.... oma, terimakasi atas nasehat mu, aku pasti akan ingat semuanya dan menjalani hidup dengan bahagia aku janji"ucap dania kepada oma


oma lusi pun hanya membalas dengan senyuman


dania pun masuk ke dalam cahaya putih


setalah dania masuk ke dalam cayaha putih tersebut cahaya itu pun menghilang


"selamat tinggal cucu ku sayang, sampai jumpa di ke hidupan yang baru " lirih oma lusi


...****************...


dania pun terus berjalan mengikuti cahaya putih di depan nya tersebut dengan perasaan deg - degan


"mhzzz akan kah sampai di mana aku ini?, ahhh... lebih baik aku ikuti saja cahaya ini " ucap dania


tap...


tap...


tap......


"dania............."


"dania.......... "


"gak... ada apa mungkin aku salah dengar " lirih dania


*tap.............


tap..........


tap...........


"cucu ku sayang tunggu oma, oma mau ikut dengan kamu* "


deg......


"oma... lusi itu suara oma lusi apa oma mau ikut pulang dengan ku " lirih dania


dania pun mau menghentikan langkah nya


tiba - tiba


terdengar suara bisikan di telinganya


"lanjutkan langkah kaki jangan berhenti "


"tapi...... " lirih dania dengan ragu


"lanjutkan..... " dengan suara keras


dania yang mendengar bisik suara tersebut dengan keras merasa takut dania pun langsung tergesah - gesah melanjutkan langkah nya


tap...... tap.... tap... tap... tap......


suara langkah dania pun semakin cepat


tanpa memperdulikan berbagai suara memanggil nya untuk berhenti


tanpa memperhatikan apa pun yang ada di sekitar nya kini dania telah melewati lorong cahaya putih, dan sekitar nya berubah menjadi warna hitam.


dania pun memperhatikan setiap sudut di mana diri nya berada


"dimana ini? " lirih dania


tiba - tiba .


pandangan nya dania pun terasa buram, kepalanya pusing seakan mata nya ingin terpejam dengan sekuat tenaga dania mempertahan pengelihatan nya biar tak terpejam tapi tak berhasil dan akhir nya


brukkkkkk..........


tubuh dania pun terjatuh.....


...****************...


Di ruang ICU dimana tubuh dania saat ini berada tiba - tiba saja mengalami kejang - kejang semua monitor yang memantau perkembangan tubuh dania pun berbunyi....


tin... tin... tin.. tin