DANIA

DANIA
pukulan leo



"jika diri mu itu tak seperti itu terus menurut mu bagimana diri mu " pancing leo dengan senyuman remeh....


"kamu tak tau aku, akun ini wanita terhormat, dan pendidikan jadi jangan pernah kamu menilai seperti itu... " ucap erma


"ha... ha.. ha.. ha.. ha.. wanita terhormat kamu bilang jangan mimpi " ucap leo


"aku tak mimpi tapi kenyataan " ucap erma dengan sinis


William pun hanya terdiam saat melihat istri nya sedang adu mulut dengan adik nya


"apa bukti nya " ucap leo


"kau ingin bukti, lihat perusahaan dan kekayaan yang aku miliki semua dari kerja aku " ucap erma dengan sombong


"hanya itu, mhzzz bagimana ya kalau teman mu di luaran tau kalau kamu wanita yang membuang anak nya dan menyiksa anak sampai masuk rumah sakit, ohh ya satu lagi bagimana tanggapan nya orang - orang yang menanam saham di perusahan mu kalau tau itu William menurut apa yang terjadi " ucap leo dengan santai


deg.........


"ini anak mau apa, jika dia mengatakan semua nya dengan teman - teman sosialitas ku aku bisa di hina dengan apa lagi aku bilang sudah bilang bahwa aku hanya memiliki dua anak " pikir erma dengan resah


"apa mau mu.... " ucap erma dengan tegas


"mau ku, cuma satu membalas semua perlakuan mu terhadap dania " ucap leo


"apa hubungan mu dengan anak itu, dia itu bukan darah daging mu " ucap leo


"hmzz... biar pun dania bukan anak kandung ku dengan ina tapi apa kamu lupa bahwa aku ini adik nya William jadi otomasis aku dania masih satu darah paham " ucap leo


"ck ck ck.. leo sebegitu nya kah diri mu perduli dangan anak itu " ucap William dengan santai


"ya... aku sangat peduli dengan nya " ucap leo dengan tegas


"jika seperti ambilah anak itu dan jangan ganggu aku dengan erma


"s*alan.... kamu William kamu itu ayah biologis nya tak ada hati nurani sama sekali kamu dengan anak mu sendiri " ucap leo dengan mengebu - ngebu


"aku tak perduli bahkan anak itu m*ti pun aku tak perduli " ucap William


leo mendengarkan perkataan kakak nya pun langsung naik pitam tanpa aba - aba leo langsung bangun dari duduk nya langsung memukul William.


bukk..... bukk... bukk


erma yang melihat itu pun langsung berteriak...


"leo.... apa yang kamu lakukan kapada suami ku " ucap erma sambil baju leo


tanpa memperdulikan perkataan erma leo pun kembali ke tempat duduk nya sambil mengusap tangan


"sayang... kamu tak apa - apa kan, apa ini sakit " ucap erma dengan cemas


kini wajah William pun sudah lebam, bibir nya mengeluarkan darah, pelipisnya pu terluka


"ini tidak apa kok sayang " ucap William menenangkan istrinya


"leo... apa gini perlakuan mu terhadap kakak mu " ucap erma dengan marah


"itu belum sebeberapa kalau aku belum menghancurkan ka apa yang kalian miliki " ucap leo


"ha.. ha.. ha.. isssh kamu tak kan melakukan itu kan leo pada kakak mu ini " ucap William dengan menahan rasa sakit.


" kenapa apa kamu takut "ucap leo


" aku tidak takut pada apa pun, tapi apa kah kamu ingat sekarang diri mu seperti ini jika bukan karena kakak mu ini "ucap William


" emang apa yang kakak lakukan pada ku sampai aku seperti sekarang tidak ada sama sekali aku melakukan dengan usaha ku sendiri dari kuliah sampai aku sukses sekarang "ucap leo