
akhirnya kini dania pun merasa tenang dan lega, akibat ke dua sahabat nya sudah pamit pulang, tepat nya di suruh pulang oleh dania, karena dania sudah tidak kuat mendengar perdebatan yang tak perpaidah itu
"uhhhh syurlah aku bisa lega sekarang " ucap dania yang sambil memejamkan mata nya
ceklekk...... terdengar suara pintu di buka dania pun meliahat nya ternyata yang datang bibik nya
"bibik dari mana kenapa menghilang? " tanya dania
"hehehe maaf bibik habis dari ke temu sama dokter " ucap ina yang sambil duduk di samping dania
"ngapain? " ucap dania
"nanyain ke adaa kamu, dan kamu tau gak hari ini kamu boleh pulang " ucap ina
"benar bik " ucap dania penuh dengan semangat
"tapi kita tunggu paman jemput, baru pulang " ucap ina
"ok sip bik " ucap dania
"senang ya bisa pulang " ucap ina
"senang banget lah bik " ucap dania
"kamu mau pulang ke rumah bibik atau ke rumah mama papa mu? " tanya ina
"mhhhzzz menurut bibik mana yang baik " ucap dania sambil meminta pendapat dari ina
"gimana kalau di rumah bibik aja dulu, kalau kamu udah merasa udah enak an banget kamu bisa pulang " ucap ina
"tapi apakah mama dan papa gak khawatir dengan ke adaan ku bik? " tanya dania
"tapikah mama dan papa juga begitu " ucap dania
"pasti nya " ucap ina sambil menatap dania dengan ragu - ragu
"maaf kan bibik dania, bibik gak tau kalau mama papa mempunyai rasa khawatir atau tidak terhadap kamu, buktinya sampai sekarang mama dan papa mu tak mencari kamu, tapi mereka malah sedang menikmati liburan bersama adik - adik kamu " batin ina
ina pun tak bisa menahan air mata yang akan terjatuh
"dania bibik mau ke kamar mandi dulu ya " pamit ina
dania pun hanya mengaguk kan kepalanya
kini dania pun terdiam mebisu menatap ke arah jendela ya tak tau akan jalan pikirannya
ina yang melihat dari celah pintu pun tak sanggup mahan air mata nya dan jatuh begitu saja mebasahi pipinya ina pun menutup pintu kamar mandi dan menyalahkan shower air untuk meredam suara tangisannya
ina pun menagis segukkan melihat nasib ke ponakan nya tersayang ina tak tau harus me lakukan apa lagi terpaksa ina harus berbohong kepada dania
"hikkkss..... hikkss maaf kan bibik dania bukan bibik bermaksud berbohong tapi bibik gak mau kamu terbeban lagi apa lagi yang kamu harap kan dari ke dua orang tua mu, bibik janji akan beri kebahagian tak akan Ada dua nya dengan anak - anak bibik hiksss..... hikkkks... " ucap ina sambil menagis setelah puas ina menumpahkan rasa sesak nya dan sakit hati nya melihat ke ponakan yang tak dianggap oleh ke dua orang tua nya ina pun memasuh wajah nya dan segera keluar dari kamar mandi
clekk.... suara pintu kamar mandi pun tebuka dan keluar lah ina
"ihhh bibik kok lama banget sih di kamar mandi? " ucap dania dengan cemberut
"hehehe maaf habis perut bibik mulas " kata ina
"benera atau bibik habis nangis? " tanya dania untuk mematikan lagi
"mana Ada " ucap ina