
krisna pun hanya mengaguk kan kepala nya untuk menjawab pertayaan dari aldric
"emang siapa yang menelpon lo sehingga waiah lo begitu? " tanya aldric
"papi...... " lirih krisna
"ayah lo.... " ucap aldric
krisna pun kembali mengaguk kan kepala nya
"kok lo gak angkat sih siapa tau itu penting " ucap aldric
"gue takut, yang nelpon gue itu bukan papi tapi mami pasti nyuruh gue pulang Dan gue pasti kena hukuman dari mami " ucap krisna
"ck ck ck ck lo itu bukan anak sd lagi apa - apa lo harus di hukum apa lagi sekarang lo itu udah dewasa jadi lo juga salah lo tu harus bya adapi apa masalah Dan cari solusi nya bukan malah kabur gini kayak anak kecil lo " nasehat aldric
kini krisna pun terdiam Dan merenungi perkataan aldric sahabat nya
beda hal yang teridi di rumah krisna
kini alena pun masih berusaha menenagkan dania yang dari tadi terus saja menyalahkan dirinya sendiri akibat berbuatan nya itu dev Dan div pasti tak akan di beri makan sisa
kini dania pun berpamitan ke pads Elena untuk pergi ke Kamar nya untuk Istrirahat
keenan yang baru saja keluar dari kamar anak nya pun langsung menuju ke arah istri nya saat melihat istri nya sedang duduk sendiri sambil melamun di ruang keluarga.
"Ada apa mi kok ngelamun? " tanya keenan
"ahhhhhh " Elena pun hanya mengela nafasnya
"haaa mami gak tau kalau akan seperti ini jadi nya pi, dania pi.... " Elena pun menjedakan ucapan nya Dan menarik napas kemudian mengemuskan nya
"Ada apa dengan dania? " tanya keenan dengan rasa penasaran
"itu... pi dania menyalahkan dirinya sendiri akibat ke jadian ini " ucap Elena dengan suara lemah
"ahhhh kenapa menjadi seperti ini, apa mami udah mengatakan kalau ini bukan dia penyebab nya " ucap keenan
"udah pi tapi dania masih kekeh dengan rasa bersalah nya pi, mami takut pi kalau dania terluka Dan.... papi kan tau apa yang akan terjadi apa lagi dania baru saja keluar dari rumah sakit " sesal Elena
"masalah ini hanya krisna yang bisa menyelesaikan Dan memberi tau kita kenapa dia melakukan itu , tapi malah anak itu gak Ada di kamar nya apa mami tau ke mana pergi nya anak itu " tanya keenan
"mami gak tau anak itu pergi ke mana tapi tadi sih dia izin mau bertemu sama teman nya mami sih izin nin tapi mami gak tau ke teman nya yang mana " lirih Elena
"ahhhhh anak itu papi dari tadi Menghubungi nya tapi malah tak di angkat anak itu " ucap keenan dengan frutasi
"pi mami takut apa yang harus kita katakan ke pada ina Dan Leo kalau dania...... " ucap elena pun bergenti saat jari telujui keenan tepat berada di bibir Elena
"usssstt jangan katakan apa pun, dania tak akan kenapa - napa kita akan membuat dania melupakan rasa bersalah nya itu " ucap keenan menenang kan Elena
"tapi apa yang akan kita lakukan pi? " tanya Elena
"yang pertama kita harus menemukan anak nakal itu dulu biar anak nakal itu menjelaskan tindakkan nya ini " ucap keenan
"tapi di mana sekarang anak itu berada " dumel Elena tapi masih bisa di dengar keenan