DANIA

DANIA
sungguh sakit



"ya... tuhan kemana dania, krisna kamu harus cari dania sampai ketemu mami gak mau dania kenapa - napa "


"baik lah mami, krisna janji akan cari dania sampai ke temu "


"ya udah hati - hati nak "


"ya mi "


krisna pun langsung mematikan panggilan dari mami nya


"hmzzz ke mana aku mencari ke beradaan dania " lirih krisna dengan frutasi


saat krisna sedang frutasi akan ke mana krisna harus mencari dania


beda hal yang dilakukan dengan dania


dania yang berada di rumah nenek nya sedang asik bercerita ria dengan nenek nya


tiba - tiba datang lah seorang dengan penuh amarah mengapiri dania dan nenek nya


"untuk apa lagi kamu datang ke rumah ini , rumah ini gak menrima tamu seperti kamu " ucap william


"apa yang di kata nya itu benar kamu itu tak di butuh kan di keluarga ini jadi jangan pernah menginjakkan kaki mu di rumah ini “ ucap erma sambil duduk di sofa tepat di seberang dania


" kalian semua ini apa - apan sih, dania itu berhak datang ke rumah ini kapan pun dania mau dan tak perlu izin dari kalian berdua "ucap nenek


" ohhhh mama masih saja memperdulikan anak tak tau diri ini "ucap William sambil menunjuk ke arah dania


dania pun hanya menundukkan kepalanya ke bawah


" anak yang kalian sebut itu adalah darah daging kalian tak seharusnya kalian berkata begitu "ucap nenek


" astaga...... erma tak sepatut nya kamu berkata begitu dania ini anak mu, kamu yang mengandung nya selama 9 bulan dan kamu sendiri melahirkan ke dunia ini tapi apa yang kamu katakan seolah - olah kamu tak pernah mengadung nya dan melahirkan nya ke dunia ini ada apa dengan kamu erma "ucap nenek dengan emosi


" udah lah mama gak perlu mempertanyakan itu kepada erma, apa mama lupa apa yang terjadi saat anak ini hadir di keluarga kita, semua hancur ma..... "ucap william dengan sengit


" ya Tuhan bebarapa kali mama bilang ke kalian semua yang terjadi waktu itu bukan salah dania tapi itu semua takdir tuhan kalian harus sadar hal itu "ucap nenek


" aku gak pernah percaya dengan takdir tuhan ma buktinya setalah anak ke dua dan anak ke tiga ku lahir semua berubah total "ucap william


" apa yang di bilang sama mas william. itu benar ma "ucap erma


" ahhh kalian ini, bagaimana harus aku bilang supaya kalian mengerti akan semua ini "ucap nenek sambil memijat kening nya yang merasa pusing


dania melihat hal itu takut kalau nenek nya sakit lagi


" oma... gak apa - apa kan? "tanya dania dengan khawatir


nenek yang melihat dania tersirat rasa khawatir dana cemas


" oma gak apa - apa kok " ucap nenek sambil menatap dania


"lihat lah... ini semua gara - gara kamu mama ku jadi sakit " ucap william sambil menyalahkan dania


tes.... tes... tes... tes....


tak terasa beningan kristal jatuh membasahi pipi dania


perih, sakit hati.... sungguh sakit.. yang kini dania rasa seperti belati menusuk jantung nya kata - kata nya di ucap kan oleh sang ayah nya sendiri membuat hati nya dania berkeping - keping dania merasa dirinya tak di ingikan ke hadiraan nya.