DANIA

DANIA
aku mau di sini!!!.....



"bisa kamu belum meninggal nak... jadi kamu bisa kembali ke raga mu " ucap wanita tersebut


"ta..... pi... " ucap dania pun berhenti dania pun membayangkan saat diri nya masih di dunia nyata semua kenangan yang terjadi pada dania pun berputar bagaikan film di dalam otak dania. dania pun melamun


pukkk


sebuah pukulan membuat dania tersadar dari lamunan nya


"kenapa.... ? " tanya wanita tersebut


dania pun masih terdiam


"kamu bisa memanggil ku oma lusi, jika kamu mau, dan kamu bisa mencerita apa keluh kesah mu " ucap oma lusi


"a... ku... ragu oma " ucap dania sambil tertunduk


"apa yang membuat mu ragu kata kan lah " ucap oma lusi


"oma.. apa kah aku bisa tinggal di sini bersama oma, opa dan kakek ? " tanya dania


"mengapa kamu tinggal di sini bukan kah di dunia mu itu pasti banyak yang menginginkan kamu berada di sisi nya " ucap oma lusi dengan mengelus rambut ku


"tapi semua yang oma katakan itu tidak benar, apa oma tidak lihat dari langit apa yang terjadi pada cucu mu ini di dunia nya " ucap dania sambil cemberut


oma lusi pun tersenyum


"aku tau apa yang terjadi pada dirimu " ucap oma lusi


"kenapa kamu ingin disini? " tanya oma lusi, ingin tau kenapa alasan terkuat cucu nya tak ingin kembali lagi ke dunia nyata padal hal kehidupan nya dania masih panjang


"aku ingin di sini, ingin bersama kakek yang selalu menyayangi ku sangat kakek masih hidup, jika aku kembali ke dunia ku aku akan terus mendapatkan hinaan, cacimaki dari ayah, ibu ku oma " ucap dania dengan lirih


"uhh...... " oma lusi pun mengemuskan napas nya


"apa yang aku harus lakukan oma agar ke dua orang tua ku sayang dengan ku, dan mengagap bahwa aku ini adalah anak nya, aku malu oma saat di mana teman - teman ku di jemput dengan orang tuanya justru aku hanya di jemput paman dan bibi " ucap dania dengan suara terisak


"cucu ku yang malang sungguh besar cobaan mu yang kamu hadapi sekarang, kamu begitu kuat dan tabah menghadapi nya, aku yakin suatu saat nanti kamu akan mendapat kebahagiaan yang berlimpah, maaf kan oma mu tak bisa menjaga mu, karena dunia kita berbeda " ucap oma lusi dalam hati


dania pun menangis terisak di samping oma lusi. oma lusi pun terdiam tak mengeluarkan sepatah kata pun oma lusi pun membiarkan dania mengeluarkan semua emosi, rasa marah nya, dan rasa kesal menjadi satu dengan cara menginagis


****


semtara itu di ruang ICU tubuh dania terbaring lemas tak berdaya


ceklek.........!!


terdengar suara pintu terbuka kini masuk lah sesorang dengan berpakaian kuhus dan Setrelil Mengahampir tubuh dania yang terbaring dan megegam tangan dania


"kamu harus cepat sadar dan melewati masa sulit ini, aku di sini menunggu mu " ucap orang tersebut sambil mencium tangan dania


"apa kah kamu akan menjadi putri tidur, dan menunggu pangeran mu datang dan mencium mu lalu kamu sadar, jika itu yang kamu ingin kan aku siap menjadi pangeran mu tapi kamu harus berjanji pada ku dania, saat aku mencium mu kamu harus sadar.. " ucap orang tersebut