
sementara itu dania yang kini Sudah ada di dalam taksi untuk pulang ke rumah paman leo, tak butuh waktu lama dania pun sampai di rumah pamna Leo, dan lihat di dalam garasi, tedapat mobil punyah sang pemilik rumah terparkir rapi, tanpa menunggu apa pun lagi, dania langsung mask ke dalam rumah tanpa Mengucapkan salam dania pun langsung teriak dalam rumah
"pamannnnnn Leo... " teriak dania
Leo pun yang sedang Menikmati kopi di teras belakang pun terkejut begitu juga denga ina yang Ada di samping suaminya itu.
"Ada apa dengan tu anak baru pulang Sudah marah gitu " ucap Leo
"gak tau, tadi dia meneriak ki nama kamu tu sayang apa kamu membuat dania marah, kan kamu tau ke ponakan kamu itu tak bisa mengontrol emosinya itu jika menyakut hal privat kita kasih tau orang " ucap ina
"aku sih gak membuat masalah yang membuat dia marah - marah gitu, kamu tau sendirikan kalau kita membuat dania marah dan tak bisa mengontrol emosinya nanti dia..... " perkataan Leo pun berhenti ketika memendengar dania ber teriak kembali menmanggil nama Leo
"uhhh yan udah kita temui dulu dania " ajak ina
kini ina dan Leo pun berjalan menuju ke ruang tamu dan di lihat dania yang menahan amarah
"paman Leo.... " ucap dania dengan nada tinggi
Leo pun hanya mengela napas dan duduk di sofa
ina pun mengampiri dania dan menyuruh duduk di sofa
dania pun duduk di sofa yang di samping nya duduk lah ina yang sambil mengusap punggung dania supaya amarah dania mereda
"Ada apa, kenapa kamu dating teriak - teriak gitu, bukan seperti dania seperti biasanya ? " ucap Leo
"seharusnya aku yang tanya itu ke pada paman, paman kan tau kalau urus private aku tanpa seizin aku, tak boleh kasih tau siapa pun itu aku gak suka " ketus dania
"tapi cowok yang mengesalkan itu bilang, itu semua dari paman" ucap dania
"siapa? paman tak pernah cerita apa pun itu tentang kamu, atau ngasih no kamu sembarang orang, paman udah janji pada kamu, jadi paman tak pernah ingkar pada kamu " ucap Leo
"tapi...... tapi..... tapi.. dia bilang semua dari paman " ucap dania yang menahan gemuruh di dada dan menahan amarah nya dari tadi
"siapa? " tanya Leo
"di..... aaa.... dia.... bibi kepala aku pusing" belum selsai dania menlanjutkan perkataannya tiba - tiba saja pandangan dania kabur dan tak sadarkan diri .
"mass..... " uca ina ke pada suaminya
"uhhhhh ini yang mass takutkan ina, " ucap Leo dengan frutasi
ina pun menidurkan dania di sofa dan meluruskan kaki dania di sofa
"mas aku mau mengabil minyak hang at dulu, biar dania cepat sadar " ucap ina
"ya udah, sambi tolong ambilkan obat nya dania, ternyata Ada guna kita nyetok obat nya, aku pikir dania tak akan kambuh lagi" ucap Leo
tanpa menunggu waktu lama ina pun langsung bergegas pergi untuk mengabil obat buat dania
"uhhhhh paman kira kamu Sudah sembuh dania sayang, karena lama Sudah tak lama pernah liahat kamu emosi dan pingsan gini, tapi ternyata paman salah " ucap Leo