
Bryce kembali ke kamarnya setelah menghabiskan makanannya.
Dia melihat Yara yang sudah pulas tertidur dan tak mengganti bajunya tadi.
Bryce tersenyum dan membuka bajunya lalu pergi ke kamar mandi.
Setelah itu, Bryce naik ke ranjang dan tidur memeluk Yara. Dia menciumi tengkuk leher Yara yang masih harum sabun dan parfumnya.
"Don't disturb me..aku tak akan mau bercinta denganmu", kata Yara pelan dengan mata yang masih terpejam.
"Aku tidak akan bercinta denganmu..aku hanya ingin menciummu saja", kata Bryce dan tetap menciumi leher Yara dan tangannya sudah memegang dada Yara.
Yara berbalik dan menatap mata biru Bryce.
"Kau menggodaku, Bryce..menjauh dariku", kata Yara mendorong dada Bryce.
Bryce justru tertawa dan menjilat jari Yara dengan gerakan sensual.
"Oh my..sudah kubilang..menjauh dariku..kita tak akan bercinta selama satu bulan penuh", kata Yara.
"Baiklah..", kata Bryce dan beranjak dari ranjang.
Bryce memakai bajunya kembali dan memakai jaketnya juga.
"Kau mau kemana?", tanya Yara.
"Aku akan cari hiburan diluar..aku ingin ke club", kata Bryce santai.
"Whattt??? kau ingin cari wanita, begitu?", tanya Yara kesal.
"Aku tak bilang seperti itu, baby..aku ingin ke club cari hiburan dan udara segar..karena udara dikamar ini terlalu panas", jawab Bryce dan berjalan menuju pintu.
"Pergilah..jangan kembali sampai besok..i hate you", teriak Yara kesal.
Yara menutup wajahnya dengan bantal dan merasa sangat kesal dengan Bryce.
Bryce tetap keluar dan tidak ke club. Dia hanya duduk di bar restoran hotel dengan membawa laptopnya.
Tadi Bryce hanya ingin menggoda Yara saja dan itu memang menjadi hiburan bagi Bryce jika melihat Yara kesal.
Bryce membuka laptopnya dan mulai bekerja di resto hotel yang buka 24 jam itu.
Tampak dari seberang kursinya ada seorang wanita berambut pirang yang melihatnya.
Wanita itu berdiri lalu menghampiri Bryce dan duduk di depannya.
"Halo..kau sendirian?", tanya Wanita itu dengan suara mendayu.
Bryce tersenyum dan memperlihatkan jari manisnya yang terpasang cincin manis disana.
"Sorry..", kata Bryce dan matanya kembali fokus ke laptopnya.
"Pergilah...istriku sangat cantik dan seksi..kau tidak ada apa apanya dibanding dia", kata Bryce yang sama sekali tak melihat wanita itu.
Wanita itu tampak kesal dan berdiri lalu pergi dari hadapan Bryce.
Tampak mata tajam seorang wanita yang memandang dari pojok ruangan restoran.
Ya...Yara melihat Bryce dan terlihat kesal dengan wanita yang menggoda suaminya itu.
"Mendekatlah kemari wanita sialaaan.. aku akan merebusmu di dapur restoran ini", batin Yara kesal.
Seketika rasa kesal Yara pada Bryce menghilang karena perkataan Bryce pada wanita itu yang didengarnya sayup sayup tadi.
"I love him so much..sorry, honey", gumam Yara berbisik.
Yara kembali ke kamar dan akhirnya bisa tidur dengan nyenyak. Dia percaya Bryce tak akan berbuat macam macam karena Bryce mencintai Yara.
Bryce kembali ke kamar jam 11 malam. Dia meletakkan laptopnya kembali di kopernya kemudian naik ke ranjang dan memeluk Yara yang sudah tertidur nyenyak.
Mereka bangun di pagi harinya dan Bryce sudah siap dengan peralatan hikingnya.
Yara yang baru bangun melihat Bryce yang sudah sibuk memasukkan beberapa barang ke dalam ranselnya.
"Apakah sudah akan berangkat?", tanya Yara dengan suara seraknya.
Yara masih berbaring malas di ranjang.
"Hmm..bersiap siaplah", kata Bryce menghampiri Yara dan mengecup bibirnya.
"I love you..ayo bangunlah..", kata Bryce.
"Love you too..sorry", kata Yara memeluk Bryce dan menciumi leher Bryce yang harum parfum maskulin.
"Kita bisa melakukannya nanti malam", kata Bryce tertawa pelan.
"Aku ingin sekarang", jawab Yara berbisik.
Bryce melihat mata Yara dan tertawa pelan.
"Bukankah kau tidak ingin bercinta selama sebulan?", kata Bryce.
"I can't...aku tak bisa mengabaikan pria semenggairahkan dirimu", kata Yara mencium dagu Bryce.
Bryce kembali tertawa dan membuka bajunya serta baju Yara.
Bryce langsung membawa Yara ke kamar mandi. Bryce ingin melakukannya disana karena ingin menghemat waktu.😁
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤