CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#87



Siang harinya, setelah Bryce ke kantor, Yara menelepon Jamie dan meminta alamat perusahaan Warren.


Yara juga bilang jangan mengatakan hal ini pada Bryce dulu sebelum dia menyelesaikan urusannya dengan Norine.


Yara pergi ke perusahaan Warren dan Warren menyambutnya dengan baik.



"Yara..kau kemari..apakah bersama Bryce juga?", tanya Warren.


"Tidak..aku sendiri..ada yang ingin kubicarakan denganmu", kata Yara.


"Ya tentu saja..silahkan bicara saja.", kata Warren.


"Mungkin kau tak suka dengan apa yang akan kubicarakan nanti..tapi sungguh, aku menganggapmu sebagai temanku dan kau pria yang baik...aku hanya ingin kau mendapatkan yang terbaik", kata Yara.


"Ya ..katakan saja Yara", kata Warren tenang.


"Ini tentang Norine..dia mencoba memberi obat perangsang pada Bryce kemarin malam..tapi sayangnya usaha Norine sia sia karena aku datang dan aku yang meminum winenya", kata Yara to the point.


Yara memang tak ingin berbelit belit tentang masalah yang menurutnya serius ini.


Warren terdiam dan masih mencerna perkataan Yara.


"Maaf Warren jika ini membuatmu tak suka..aku tak suka dengan Norine..kau terlalu baik untuk wanita sepertinya", kata Yara.


"Tapi aku mencintainya", kata Warren akhirnya.


"Masih banyak wanita yang bisa mencintaimu dengan tulus Warren..percayalah padaku..kau tak akan bahagia jika meneruskan hubunganmu dengannya.. aku bukan ikut campur masalah hidupmu..tapi Bryce mengatakan padaku bahwa kau adalah salah satu teman terbaiknya..itu artinya kau juga teman terbaikku..pikirkan hal ini, Warren.. ini tentang hidupmu ke depan", kata Yara.


Warren tampak terdiam dan berpikir.


"Aku permisi dulu..hanya itu yang ingin aku sampaikan.. aku akan mempermudahmu.. jika kau menganggap Bryce teman terbaikmu, tinggalkan Norine..karena dia wanita yang buruk untukmu", kata Yara pelan dan pamit pergi dari hadapan Warren.


"Terima kasih Yara..terima kasih atas saranmu", kata Warren ketika Yara akan keluar dari ruangannya.


Yara berpapasan dengan Norine ketika akan keluar.


"Kauu?? apa yang kau lakukan di ruangan tunanganku?", bentak Norine pada Yara.


"Norine...apa yang kau lakukan..dia tamuku", kata Warren emosi.


Norine tampak terkejut dengan reaksi Warren yang biasanya tak pernah membentaknya.


"Sayang..apa yang kau katakan?kau membentakku?", kata Norine terkejut.


Yara melihat Norine dengan pandangan menang dan Norine tak suka dengan hal itu.


"Sayang..kau lebih membelanya daripada aku?apa kau menyukainya? oh, kau memang wanita penggoda", kata Norine dengan sinis.


"Norine!!!", bentak Warren.


"Kau berani denganku?", tanya Norine dengan angkuhnya pada Warren.


"Kau yang memulainya", kata Warren.


"Kau tak pernah seperti ini padaku, Warren..baiklah kita tak usah menikah saja jika kau membela wanita ini daripada aku", marah Norine.


"Baiklah..aku akan mengikuti kemauanmu..kita tak jadi menikah..pernikahan kita batal", jawab Warren berusaha tenang.


"Whaatttt????", teriak Norine tak terima.


"Kau yang memintanya..aku hanya bisa menyanggupinya", jawab Warren dan kembali duduk ke kursi kebesarannya.


Yara keluar dan ingin segara keluar dari situasi ini. Norine yang melihat Yara keluar segera mengejarnya dan akan menjambak rambutnya.


Tapi insting Yara yang tajam membuatnya peka akan hal itu. Dia berbalik dan memelintir tangan Norine yang akan menjambak rambutnya.


"Kau pikir mudah menyentuhku?", kata Yara tersenyum.


"Aw..awww..lepaskan aku ..dasar gadis liar", teriak Norine.


"Oh my God...", kata Warren memegang kepalanya yang sekarang mendadak pusing melihat kedua wanita didepannya itu.


Yara kemudian mendorong tubuh Norine hingga Norine menabrak kursi sofa dan jatuh terjerembab ke sofa.


"Kau yang memintaku untuk melepaskanmu..bukan salahku kau jatuh..oke byeee... ", kata Yara.


"Bye Warren...nanti aku akan mengenalkan wanita cantik padamu..dan pastinya wanita yang baik" teriak Yara sengaja membuat Norine kesal.


Norine berteriak frustasi karena kelakuan Yara padanya.


Yara tertawa puas dan keluar dari ruangan Warren.


"Kau memilih lawan yang salah, nona sombong", gumam Yara tersenyum.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.❤❤❤