
Menjelang sore, Bryce dan Yara kembali ke campervan. Mereka akan menginap semalam di campervan.
Yara membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya di dalam campervan.
"Jangan mengintip!!!", kata Yara memperingatkan Bryce yang ada di luar campervan.
"Ya..aku tak suka mengintip..aku lebih suka melihat langsung", jawab Bryce sembari menyiapkan makan malam mereka.
Yara melemparkan botol plastik kosong yang ada di atas meja ke kepala Bryce.
"Hei...", teriak Bryce memegang kepalanya.
"Jaga bicaramu..dasar mesum", kata Yara membelalakkan matanya.
Lalu Yara menutup pintu campervan dan mengganti bajunya. Dia memakai kaos santai berwarna hitam.
Setelah beberapa menit, Yara keluar dan duduk di kursi santai yang disediakan oleh Bryce.
Bryce sering membuka bajunya jika berada di alam bebas dan campervan.
Meskipun Yara sudah terbiasa dengan hal itu tapi pemandangan yang menurutnya sexy itu kadang membuat matanya tak bisa lepas dari sosok hot Bryce.
Bryce mengambil rokoknya dan menghirupnya dalam dalam.
"Apa kau sering merokok?bukankah kau suka olahraga?kenapa harus merokok?", tanya Yara.
"Aku sedang menguranginya", jawab Bryce santai.
"Apa yang kau masak?", tanya Yara sambil memakan keripik kentang yang dibawanya dari rumah.
"Hanya makanan kaleng yang biasa kubawa", jawab Bryce yang matanya menerawang ke arah langit senja.
"Hidupmu sangat berwarna..tapi aku melihat kekosongan di matamu...apa kau pernah patah hati?", tanya Yara sembari mengunyah keripiknya.
Bryce menoleh pada Yara dan tersenyum miring.
"Aku hanya punya feeling jika orang orang yang ada di dekatku sedang bermasalah..termasuk daddy...ada yang daddy sembunyikan dariku..aku tahu itu..tapi aku tak memaksanya untuk memberitahuku..apakah daddy memberi tahumu sesuatu?", tanya Yara sambil melihat Bryce.
Bryce mengalihkan pandangannya kembali ke arah langit sambil menghisap rokoknya.
"Hmm..uncle Jade mengatakan padaku agar membawa putrinya yang paling brutal ini jauh jauh dari rumah..dia ingin hidup tenang untuk sementara waktu", kata Bryce.
Yara memutar bola matanya dan menaruh bungkusan keripik kentangnya di meja.
Lalu dia beranjak dari kursinya dan mencekik leher Bryce serta menindih tubuhnya diatas kursi hingga kursi santai itu terbalik dan mereka jatuh ke tanah.
Tangan Yara masih ada di leher Bryce tetapi Bryce menahannya.
"Kau mau membunuhku?", tanya Bryce menahan nafasnya.
"Jika perlu", jawab Yara yang masih duduk di atas dada Bryce.
Lalu Bryce memelintir tangan Yara hingga Yara berteriak kesakitan.
"Aawwww...kau menyakitiku..kau laki laki bukan?", marah Yara dan memegang pergelangan tangannya.
"Ini usahaku untuk melepaskan diri dari tindak kekerasan yang dilakukan oleh wanita dengan kebrutalan di atas rata rata", jawab Bryce tersenyum menyebalkan.
Yara masih duduk diatas tubuh Bryce.
"Sampai kapan kau akan duduk diatas tubuhku? kau melakukan pelecehan lagi padaku, nona", kata Bryce.
Lalu Yara berdiri kemudian sengaja tersandung sehingga terjatuh kembali ke atas tubuh Bryce dengan siku yang mengenai perut Bryce sedikit keras dan membuat Bryce mengumpat pelan.
"Awwww....maaf..aku tak sengaja", kata Yara dengan wajah polosnya.
Setelah sedikit iklan pertengkaran tak penting, akhirnya mereka makan malam bersama.
Bryce dan Yara saling berbagi cerita ringan. Ya itulah mereka, kadang damai kadang bertengkar.
Bryce mulai menikmati kehadiran Yara di dekatnya. Bryce memandang Yara sebagai gadis langka yang menyebalkan sekaligus menyenangkan.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤