CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#42



"Ya Tuhan...kau tidak pergi jauh Yara..kau hanya ke Swiss", kata Selena tertawa pelan ketika melihat Yara menangis.


"Jaga daddy dengan baik mom", kata Yara memeluk Selena.


"Hmm..tenang saja..nikmati liburanmu..katakan pada mommy jika ada kabar bahagia", bisik Selena.


Yara hanya mengerutkan alisnya karena tak mengerti kabar bahagia apa yang dimaksud Selena.


Lalu Yara dan Bryce juga berpamitan pada Jade. Setelah itu merekapun pergi ke bandara Weston dimana jet pribadi Bryce sudah menunggu disana.


Setibanya di Weston airport, Bryce menggandeng tangan Yara untuk masuk ke dalam pesawatnya.


"Kita naik pesawat ini?", tanya Yara melihat pesawat yang tak biasanya.


"Hmm..ini pesawatku", jawab Bryce.


"Kau benar benar pria mapan ternyata..pantas saja daddy percaya padamu", kata Yara dengan wajah speechless.


Yara menoleh pada Bryce dan melihat wajah seriusnya. Lalu Yara pun tak menanyakan apapun lagi.


Di dalam pesawat, Yara merasa sangat nyaman karena hanya ada mereka berdua dan satu orang pramugari selain pilot tentunya.


Bryce menyempatkan dirinya mengerjakan tugasnya di laptop selama perjalanan.


Sedangkan Yara tidur saja sepanjang perjalanan seperti biasanya.


Selama 2 jam penerbangan, akhirnya merekapun tiba di Swiss.


Bryce menyuruh anak buah daddynya untuk mengantarkan campervan ke bandara. Bryce berpetualang dulu sebelu ke mansion Seren.


"Kau sudah menyiapkan campervannya?kita tak ke rumah ibumu dulu?", tanya Yara.


"Tidak..kita berpetualang dulu..sembari menunggu semua saudara dan keponakanku datang..lagi pula rumah mommy ada di kota Bern..kita sekarang ada di Zurich", jawab Bryce.


Lalu mereka berdua langsung masuk ke dalam campervan.


"Apakah akan ada acara di rumah orang tuamu?", tanya Yara.


"Hmm..hanya acara keluarga saja", jawab Bryce.


"Tumben kali ini jawabanmu waras", kata Yara.


"Jadi kau lebih suka jika aku tidak waras?", tanya Bryce tersenyum.


"Siapa bilang aku menyukaimu?", kata Yara sambil mencibirkan bibirnya.


"Tak ada wanita yang tak menyukaiku, Yara sayang", jawab Bryce dengan pedenya.


"Ya ya..terserah kau saja..yang penting aku bahagia hari ini", kata Yara dan mulai menyetel musik lalu menyanyi seperti biasa.


Bryce hanya tersenyum saja mendengarnya dan terkadang malah ikut menyanyi tak jelas bersama Yara.


Bryce mengarahkan kendaraannya ke daerah gunung UETLIBERG.


Uetliberg adalah gunung di dataran tinggi swiss , bagian dari rantai Albis yang menjulang setinggi 870 meter.


Gunung ini mempunyai panorama seluruh kota Zurich dan Danau Zurich yang sangat indah.


Gunung ini terletak di antara kota Zurich dan kota Uitikon.



"Wwoooooowww....this is soooo amazing", kata Yara yang kemudian keluar dari campervan.


Bryce ikut keluar setelah memarkirkan campervannya di tempat yang pas.


Dia mengambil sebatang rokok tetapi Yara yang melihat, langsung mengambilnya dan memgantonginya.


"No...jangan..aku ingin kau hidup lebih lama agar tetap bisa membawaku berpetualang seperti ini", kata Yara memperingatkan Bryce.


"Aku mengantuk", kata Bryce.


"Aku akan membuatkan kopi untukmu..no sugar", jawab Yara tersenyum.


"Kau manis sekali..ada apa dibalik senyum manismu itu?", tanya Bryce.


Yara tertawa pelan.


"Ada yang ingin kubeli di kota..nanti aku ingin ke kota", kata Yara.


"Ke kota atau ke club?", tanya Bryce memicingkan matanya.


"Ya..kita bisa mampir ke club setelah itu kan", jawa Yara tersenyum lebar.


"No..besok saja", jawab Bryce.


"Baiklah..no problem", kata Yara merangkul Bryce dari belakang dengan semangat.


"Jangan merangkulku..aku takut jika kau bersikap terlalu manis seperti ini", kata Bryce.


"Jual mahal sekali kau", kata Yara.


"Aku lebih suka kalau kau menciumku", jawab Bryce.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤