CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#86



Yara terbangun di pagi hari karena merasakan pusing di kepalanya akibat obat perangsang yang tak sengaja diminumnya kemarin.


"Aaahh...Norine..aku akan membalasmu..lihat saja nanti", gumam Yara di kamar mandi.


Setelah sikat gigi dan cuci muka, Yara memakai kaos putih milik Bryce dan kaos kaki karena udara masig dingin.


Yara menuju dapur karena ingin memakan buah. Dia membuka kulkas dan mengambil sebuah apel.


Yara duduk diatas meja kayu didapur dan memakan apelnya sembari mengayunkan kakinya yang terbungkus kaos kaki.


Bryce bangun dan tak melihat Yara di sebelahnya. Dia langsung masuk ke kamar mandi.


Tak lama, Bryce keluar dari kamarnya dan mencari Yara. Bryce melihat Yara duduk diatas meja sambil memakan buah apel.


Bryce menghampiri Yara dan berdiri didepannya lalu mengecup bibirnya.


"Morning", kata Yara tersenyum dengan mulut masih mengunyah buah apelnya.


Bryce kembali mengecup bibir Yara lalu mengambik air minum di belakangnya.


"Kau tidak ke perusahaan?", tanya Yara.


"Nanti siang", jawab Bryce.


Yara telah menghabiskan apelnya dan melempar sisanya ke bak sampah yang ada di belakang Bryce.


"Bingo", kata Yara ketika berhasil memasukkan sampahnya ke bak sampah.


Bryce tersenyum dan memberikan gelasnya pada Yara. Yara mengambilnya dan meminum airnya.


"Aahh..", kata Yara setelah meminum airnya.


Bryce mengambil kembali gelas kosong itu dan menaruhnya di meja dapur dekat kompor.


Lalu Bryce mengecup bibir Yara bertubi tubi. Yara tertawa pelan dan membalas ciuman Bryce.



"Cup cup cup..", Bryce menciumi wajah cantik Yara.


"Kapan kita berangkat ke Afrika?", tanya Yara.


"Kau tak ingin ke Yunani dulu?" tanya Bryce balik.


"Yunani? hmm sepertinya itu menarik...baiklah kita ke Yunani dulu", jawab Yara menyisir rambut Bryce dengan jarinya.


Lalu Bryce mengangkat Yara dan membawanya ke sofa.


"Aku akan masak, honey..kita perlu makan bukan?", kata Yara.


"Aku sudah memesannya..setelah ini Jamie akan datang kemari", kata Bryce.


"Jamie sudah mengurus semuanya..", jawab Bryce memeluk Yara dan mencium rambut harumnya.


Tak lama, Jamie pun datang membawa makanan. Yara masuk ke kamar dan memakai celananya sebelum Jamie masuk ke dalam apartemennya.


"Taruh disana Jamie", kata Bryce.


"Baik Tuan", jawab Jamie dan menaruh makanannya di meja makan.


Setelah itu, Jamie pun pamit ke perusahaan.


"Jamie..tunggu", panggil Yara yang baru keluar dari pintu kamarnya.


"Kau sudah sarapan?", tanya Yara.


"Hmm...sudah nyonya", jawab Jamie.


"Tidak..kau belum makan..aku tahu itu..duduklah..makan bersama kami", kata Yara.


"Duduklah Jamie..keinginannya tak bisa dibantah", kata Bryce dan menuju meja makan.


"Baik Tuan" jawab Jamie dan ikut duduk disebelah Bryce.


Yara mengambil piring serta peralatan makan lainnya dan menatanya di meja makan.


Setelah itu merekapun makan bersama.


"Bagaimana urusan Rosie?apakah lancar?", tanya Yara.


"Ya nyonya..semuanya lancar..dan dia akan mulai berkuliah minggu depan", jawab Jamie.


"Dimana rumahnya?", tanya Yara.


"Aku membawanya pindah ke rumah mendiang orang tuaku yang sudah kosong..karena lingkungan rumahnya yang dulu sangat memprihatinkan", kata Jamie.


"Oh God...kau keren sekali..aku menyukaimu..honey, naikkan gaji Jamie..dia sangat sangat kereeenn", kata Yara.


"Hmm..", jawab Bryce singkat.


"Ini biasa saja nyonya..aku hanya merasa kasihan saja padanya..lagipula rumah orang tuaku tak ada yang menempati dan telah lama kosong..aku tinggal sendiri di apartemen", kata Jamie tersenyum.


"Tidak..menurutku kau sangat keren..pantas saja suamiku memilihmu menjadi asistennya", kata Yara.


Bryce tertawa pelan dan mengacak rambut Yara serta mengecup bibirnya yang justru membuat Jamie salah tingkah melihat keuwuan bosnya.


"Katakan padanya..aku akan mengunjunginya besok", kata Yara.


"Baik nyonya", jawab Jamie.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤