
Pagi Harinya Bryce memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke kota LUCERNE.
"Kita akan kemana hari ini?", tanya Yara di sela makan paginya.
"Ke Lucerne", jawab Bryce.
Setelah makan pagi, merekapun langsung berangkat. Sebelumnya Mereka membereskan barang barang yang ada diluar terlebih dulu untuk dimasukkan ke dalam campervan.
Dalam perjalanan, Bryce dan Yara banyak bercerita tentang keluarga mereka masing masing. Bryce dan Yara ingin saling mengenal keluarga besar mereka.
"Apa kau pernah jatuh cinta, Bryce?", tanya Yara.
Bryce mengangguk.
"Lalu?", tanya Yara excited dan melihat wajah Bryce.
"Dia sudah menikah", jawab Bryce jujur.
"Jadi kau sadboy?", tanya Yara lagi.
"Aku tak mengenal istilah itu... aku yang salah.. jadi aku yang meninggalkannya", jawab Bryce.
"Why?bukankah kau mencintainya?", tanya Yara santai.
"Aku masih muda waktu itu dan jiwaku masih ingin bebas.. aku tak ingin hubungan yang serius..jadi dia menyerah padaku dan aku meninggalkannya", jawab Bryce.
"Kau menyesal?", tanya Yara.
"Awalnya...tapi lama lama biasa saja", jawab Bryce cuek.
"Kapan kau memulai petualanganmu?", tanya Yara.
"Setelah dia menikah.. aku patah hati", kata Bryce.
Bryce tak ingin menutup apapun dari Yara tentang hubungan masa lalunya.
"Sudah kuduga...", kata Yara.
"Kau cemburu?", tanya Bryce.
"Tidak..apa kau ingin aku cemburu agar hubungam kita lebih hidup dan semarak?", tanya Yara serius.
Bryce spontan langsung tertawa akan ucapan Yara itu.
"Apa yang kau tertawakan?apa ucapanku lucu?", tanya Yara tak suka.
"Ya..kau sangat lucu", jawab Bryce sambil mencubit pipi Yara.
"Aaaww...sakit, Bryce", teriak Yara.
"Terserah kau membawaku kemana", jawab Yara.
"Kalau begitu kita di kamar saja...aku akan menghajarmu berhari hari", jawab Bryce.
"Oh God..sepertinya aku memang harus beli obat kuat untuk meladenimu", jawab Yara pasrah dengan kemesuman Bryce yang ada di level tertinggi.
Bryce kembali tertawa dan mengacak rambut coklat Yara.
Setibanya di Lucerne, Bryce langsung menuju ke Jembatan KAPEL.
Jembatan Kapel ini terbuat dari kayu dan dari sini bisa melihat pemandangan kota Lucerne yang cantik dan romantis.
Meskipun sudah berusia ratusan tahun, tetapi jembatan ini masih sangat kokoh.
"Aahh..indah sekali disini..", kata Yara.
Lalu Bryce menjelaskan nama dan sejarah jembatan ini.
"Disini akan lebih bagus jika kita datang ketika sunset", kata Bryce.
"Fotokan aku", kata Yara.
Lalu Bryce memotret Yara di berbagai sudut jembatan.
Setelah puas di sana, Bryce dan Yara melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan jalan santai di sepanjang tembok kota tua dan menjelajahi banyak menara yang ada di sepanjang jalan itu.
Di dekat sini juga ada banyak tempat yang memungkinkan untuk menyeberang dibawah tembok dan menjelajahi kedua sisinya.
Dan juga bisa melihat pemandangan pedesaan yang menakjubkan dari sana.
Bryce menjelaskan apapun pertanyaan Yara tentang tempat yang dikunjunginya.
Yara melihat sosok Bryce yang lain disini. Wawasan Bryce yang sangat luas membuatnya terlihat beribu ribu kali lebih tampan di mata Yara.😁
Campervan Bryce dititipkan di salah satu resort milik daddynya di dekat pegunungan pilatus.
Setelah cukup puas menikmati pemandangan kota Lucerne yang cantik, Bryce membawa Yara ke sebuah hotel untuk makan malam di restoran.
Tampak petugas hotel menundukkan kepalanya dengan hormat pada Bryce. Yara berpikir, penduduk di kota ini ramah ramah.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤