CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#48



Setelah puas bermain paralayang, Bryce dan Yara kembali ke campervan mereka.


Jalanan yang menurun membuat Yara sedikit berlari karena tak bisa mengerem tubuhnya.


Bryce sampai harus mengejarnya dan akhirnya menggandeng tangannya biar aman.


"Besok kita akan kemana?", tanya Yara sambil melompat lompat senang.


"Kau seperti anak TK", kata Bryce yang melihat Yara berjalan sembari melompat lompat.


"Aku menjadi gadis yang paling bahagia hari ini..", jawab Yara tersenyum lebar.


"Kau tak memberiku ciuman karena sudah membuatmu bahagia hari ini?", tanya Bryce.


"Nanti saja..kita sangat berkeringat dan bau", kata Yara tertawa pelan.


"Jika kita bercinta nanti juga akan berkeringat", jawab Bryce santai.


"Oh..mulai lagi si mesum ini", balas Yara memutar bola matanya.


"Jawab pertanyaanku dulu..besok kita akan kemana?", tanya Yara lagi.


"Aku belum memikirkannya", jawab Bryce.


"Nanti malam kau harus memikirkannya", kata Yara.


Sesampainya di campervan, mereka duduk sebentar di kursi santai yang ada di luar sambil menikmati pemandangan alam.


Selama berpetualang, Yara tak pernah mengeluarkan uang sepeserpun karena semua ditanggung oleh Bryce.


Sebagai pencinta uang, tentu saja hal itu membuat Yara senang karena uang tabungannya sama sekali tak berkurang.😁


Setelah beberapa lama duduk akhirnya Bryce beranjak untuk mandi.


CUP... Bryce mengecup bibir Yara.


"Aku mandi dulu", kata Bryce tersenyum.


"Apa kita harus selalu berciuman seperti ini?", tanya Yara dengan polosnya.


"Ya..HARUS..kau calon istriku sekarang", jawab Bryce dengan sangat jelas.


"Apa aku harus memberitahu daddy dan mommy tentang lamaranmu?", tanya Yara lagi.


"Sebelum melamarmu, aku sudah minta izin pada uncle Jade, sayang", jawab Bryce.


"Hmm..kau mau mandi bersamaku?", Bryce mengedipkan satu matanya untuk menggoda Yara.


"Disini ada pemanggang daging...kau mau dilempar dengan ini?", kata Yara menunjung ke pemanggang daging di sebelahnya.


Bryce tertawa kemudian masuk ke dalam toilet dan mandi. Tak berapa lama, Bryce keluar dari kamar mandi dan giliran Yara yang mandi.


Karena sama sama lelah, Bryce menyuruh sopirnya untuk mengantarkan makanan untuk dirinya dan Yara.


Satu jam kemudian, makanan mereka datang dengan banyak varian hidangan lezat.


"Makanan ini sangat mewah...dimana sopirmu membelinya?", tanya Yara.


"Di hotel daddy", jawab Bryce.


"Daddymu punya hotel?", tanya Yara takjub.


"Hmm.." jawab Bryce sambil memakan makanannya.


"Sekaya apa dirimu, Bryce?apakah aku akan menikahi seorang sultan?", tanya Yara sambil mencicipi satu persatu makanan yang digelar meja.


"Jangan banyak bicara...makanlah" jawab Bryce.


Yara mengangguk semangat dan memakan banyak makanan kali ini.


"Darimana kau belajar beladiri?", tanya Bryce di sela sela makan sore mereka.


"Di tempat karate", jawab Yara.


"Sejak kapan?", tanya Bryce.


"Sejak umurku 12 tahun..aku hampir saja diperkosa waktu itu..aku tumbuh terlalu cepat dan perawakanku seperti remaja 17 tahun..jadi banyak pria yang meneteskan air liurnya ketika memandangku...sejak saat itu daddy memasukkan aku ke kelas karate", jawab Yara santai tanpa beban.


"Kau tak trauma?", tanya Bryce serius.


"Trauma?tentu saja tidak..pria yang mencoba memperkosaku kudorong dari lantai 3 apartemen..dia yang trauma karena mengalami patah tulang parah dan mendapat bonus penjara beberapa tahun", jawab Yara dengan masih memakan makanannya.


"Oh God", Bryce tertawa mendengar hal itu.


Hal yang seharusnya ditanggapi sedih menjadi lucu karena reaksi Yara yang tak biasa.


**FOLLOW IG AUTHOR @ZARIN.VIOLETTA


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤**