
"Hei handsome..ikatkan pita ini di rambutku", kata Yara yang melihat Bryce keluar dari campervan.
"Untuk apa?", tanya Bryce.
"Aku hanya ingin terlihat cantik..aku ingin mengirim fotoku pada Gaby dan Hannah biar mereka iri", kata Yara.
"Kau benar benar selalu membuatku jadi pegawai salon pribadimu", jawab Bryce.
"Sudahlah jangan cerewet..cepatlah", kata Yara.
Lalu Bryce turun dari campervan dan mengikat tali pita di rambut coklat Yara yang sudah terikat karet sebelumnya.
Bryce mengikatnya dengan sangat pelan dan membuatnya menjadi secantik mungkin. Dalam hal ikat mengikat, Bryce lumayan pandai dan ahli.
"Ceritakan tentang keluargamu", kata Yara sambil duduk di kain lebar yang dibentangkan Bryce di atas rumput.
Bryce masih berkonsentrasi mengikat tali di rambut Yara.
"Aku punya 3 saudara...kak Rey dan kak Sera kembar...sedangkan aku kembar dengan Bryan", jawab Bryce.
Yara cukup takjub dengan hal itu dan langsung menoleh pada Bryce sehingga ikatan pita di rambutnya rusak.
"Ya Tuhan...bisakah kau diam?..aku sudah mengikatnya dengan sangat bagus tadi..ck..kau ini", kesal Bryce.
"Kenapa kau marah?kau bisa mengikatnya lagi..ayo ikat lagi..aku akan diam", jawab Yara merasa tak bersalah.
Lalu Bryce mencoba mengikatnya kembali.
"Don't move", kata Bryce memperingatkan Yara.
"YAAAAA....lanjutkan ceritamu", kata Yara.
"Kak Sera tinggal di Rusia ikut suaminya...kak Rey tinggal di Swedia tapi sering ke Amerika...sedangkan Bryan di New York...anak anak mereka kembar semua", jawab Bryce.
"Jadi keluargamu keturunan kembar?", tanya Yara.
"Hmm...jadi banyak bayi kembar di keluarga kami", jawab Bryce lagi.
"Jika aku menikah denganmu, aku bisa punya anak kembar?", kata Yara excited.
"Siapa yang mau menikahimu?", tanya Bryce.
"Heiii..kau yang menawariku kemarin" , kata Yara.
"Akan kupikirkan lagi..kau terlalu merepotkan", kata Bryce.
"iiiissshhh..akan kuhajar kau nanti..", kesal Yara.
"Cepat..fotokan aku dari belakang dengan latar belakang yang terlihat indah ini", Yara memberikan ponselnya pada Bryce.
"Kukira tugasku sudah selesai", protes Bryce.
"Sebentar lagi..jangan terlalu banyak protes Bryce", kata Yara.
Lalu Bryce memotret Yara tampak belakang serta beberapa pose yang lain.
"Darimana kau dapat baju kuno itu?", tanya Bryce.
"Ini milik mommy..aku disuruh membawanya kemarin..katanya aku akan cantik jika memakai baju ini", kata Yara.
"Kau terlalu cantik...aku tak suka..aku lebih suka kau tak berdandan dan tak memakai baju..itu lebih menarik dimataku", kata Bryce santai.
Yara melempar botol minuman kosong yang ada di sebelahnya ke kepala Bryce.
"Bisakah kau mengerem kata kata jorokmu itu?", kesal Yara.
"Tidak...apalagi denganmu..aku tak bisa", jawab Bryce dengan senyum miringnya yang selalu membuat emosi Yara naik ke ubun ubun.
"Kau memang sudah rusak dan tak bisa diperbaiki", balas Yara dan kemudian mengirim fotonya tadi pada Gaby dan Hannah.
Lalu Hannah pun melakukan panggilan video call pada Yara.
Hannah tampak terkejut karena melihat sosok Bryce di belakang Yara.
"Dia Bryce?", tanya Hannah.
"Jangan membahas pria mesum itu Hannah...", bisik Yara dan segera pergi agak jauh dari Bryce agar tak mendengar apa yang mereka bicarakan.
Bryce kemudian berdiri dan mengikuti Yara dari belakang. Yara menyadari hal itu dan langsung berbalik memelototi Bryce.
Tetapi dengan secepat kilat Bryce mengecup bibirnya dan membuat Yara berteriak kesal.
"BRYCEEEEEEEE....", teriak Yara.
Dan Bryce langsung melarikan diri dari Yara yang matanya sudah setajam zombie.
Hannah yang melihat siaran langsung itu tampak tertawa tak henti hentinya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤