
Selama berpetualang, Yara tetap saling berhubungan dengan kedua orang tuanya dan juga saudaranya yaitu Vira dan Lyra.
Malam harinya, Bryce menginap di hotel tempat dirinya makan malam bersama Yara. Hotel itu milik keluarganya.
"Kita akan menginap disini?", tanya Yara ketika Bryce menggandengnya menuju meja resepsionis.
"Ya..", jawab Bryce singkat.
Bryce akan menempati kamar Suite president. Kamar terluas dan termewah yang ada di lantai teratas.
Tampak manager hotel menemani Bryce dan Yara sampai masuk ke dalam kamarnya.
"Tuan Bryce..apa ada lagi yang anda butuhkan?", tanya manager itu.
"Bawakan aku baju ganti yang baru...dan untuk dia juga", kata Bryce menunjuk pada Yara.
"Baik Tuan..kami akan segera mengantarnya", jawab manager itu.
"Apa ini hotel milik daddymu?", tanya Yara.
"Hmm", jawab Bryce.
"Ya Tuhan.. ", kata Yara dengan wajah takjubnya.
Bryce membuka gorden yang menutupi jendela raksasa kaca itu. Dan nampaklah pemandangan kota Lucerne yang sangat cantik dari atas sana.
"So beautiful...", lirih Yara sambil menuju ke arah jendela dan melihat pemandangan kota yang berkelap kelip.
Bryce menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Setengah jam kemudian, manager hotel menyalakan bel dan Yara membukanya.
"Ini baju untuk anda dan tuan, Nona", kata Manager itu.
Manager itu membawa gantungan baju besi yang terdapat lumayan banyak pakaian plus dengan pakaian dalamnya.
"Tidakkah ini terlalu banyak?kami hanya semalam disini", kata Yara.
"Tidak nona..ini agar anda bisa memilih mana yang anda suka", jawab manager itu.
"Oh begitu..baiklah..terima kasih", kata Yara tersenyum ramah.
Lalu setelah manager itu pergi, Bryce baru keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai handuk saja dililitkan dipinggangnya.
Bryce menuju gantungan baju itu dan mengambil kaos hitam simple kemudian langsung memakainya.
Yara sedikit terpesona akan hal itu. Tidak, buka sedikit, tapi sangat terpesona.😁
'Dia hot sekali...aku tak bisa membayangkan bagaimana malam pertama kami nanti..aaahhh.. ternyata aku normal juga' , batin Yara.
"Kau tidak mandi?", tanya Bryce yang melihat Yara yang sedang melamun.
"Ah ya..", jawab Yara dan mengambil baju juga di gantungan itu.
Bryce hanya tersenyum melihat tingkah Yara yang salah tingkah.
Tak lama, Yara keluar dari kamar mandi dan melihat Bryce rebahan santai di sofa sambil memegang ponselnya.
Yara memakai kaos putih biasa dan celana jeans tipis.
"Apa kau mau keluar?", tanya Bryce yang melihat Yara baru keluar dari kamar mandi.
Yara mengangguk.
"Kau tidak capek?", tanya Bryce lagi.
"Tidak..aku ingin berjalan jalan sekitar hotel saja..boleh kan?", kata Yara.
"Kemarilah", kata Bryce yang sedang rebahan di sofa.
Yara kemudian menuju tempat Bryce dan mendekat di sebelah Bryce dengan posisi tubuh tengkurap.
"Ada apa?", tanya Yara.
"Kiss me first", kata Bryce.
Yara menghembuskan nafasnya dan mendekatkan wajahnya pada Bryce.
Baru kali ini, Yara mau mencium Bryce dengan sedikit jinak tanpa rasa kesal.
"Done", kata Yara setelah mencium Bryce dengan sangat singkat.
"Itu hanya kecupan, baby", kata Bryce.
"Aku belum terbiasa", kata Yara polos.
"Kemarilah..akan kuajari bagaimana ciuman yang benar", ucap Bryce dengan senyum menawannya.
"Bryceee...apakah ini perlu?ayo kita jalan jalan saja", kata Yara.
"Tidak..aku butuh tenaga untuk keluar", jawab Bryce.
"Ck..kau sangat banyak alasan", kata Yara mencibir.
Lalu Bryce menangkup rahang Yara dan menciumnya dengan pelan. Kali ini dia ingin menikmati ciuman ini dengan lama.
TBC 😁
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤