
Yara dan Bryce akhirnya berangkat ke kota sebelah menjelang sore.
Mereka akan menuju kota Toulon kali ini.
Jaraknya lumayan jauh sekitar 8 jam perjalanan. Tetapi Yara dan Bryce menikmatinya dengan santai. Mereka singgah di setiap kota yang dilewatinya.
Setelah melewati 4 jam perjalanan, Bryce berhenti sebentar untuk beristirahat. Mereka berhenti di pinggir jalan dengan pemandangan bukit hijau yang indah.
"Kemarilah", kata Bryce pada Yara untuk naik ke pangkuannya.
"Kau membutuhkan vitamin dariku?", tanya Yara tersenyum dan naik ke pangkuan Bryce.
"Hmm..", jawab Bryce singkat dan memegang pinggang Yara.
Yara mencium bibir Bryce dan mereka berciuman cukup lama. Yara dan Bryce memang ingin hubungan mereka selalu romantis dan hot seperti ini.
"Ini sudah sore..apakah kita akan makan malam lebih awal?", tanya Yara menangkup wajah tampan sang suami.
"Kita makan di restoran yang kita lewati saja nanti", jawab Bryce dan mengecup kembali bibir Yara.
Yara memeluk Bryce hingga Bryce tertidur sebentar.
"Aku berat, honey..tidurlah dibelakang", kata Yara.
"Tidak..sebentar saja..setelah ini kita berangkat lagi", jawab Bryce pelan dengan mata terpejam dibalik kaca mata hitamnya.
Setelah 15 menit, Bryce pun melanjutkan perjalanannya kembali.
Hari sudah menjelang malam dan gelap. Bryce mampir di sebuah restoran kecil yang ada di pinggir jalan yang lumayan sepi.
"Sepi sekali disini", kata Yara.
"Ini daerah perbukitan, jadi lumayan sepi", jawab Bryce dan menggandeng tangan Yara kemudian masuk ke dalam restoran.
Mereka memesan lumayan banyak makanan untuk mengisi perut mereka yang lumayan kelaparan.
"Hmm..makanannya cukup enak", kata Yara yang makan dengan lahapnya.
"Hmm.. ", jawab Bryce singkat yang juga menikmati makanannya.
Setelah berada satu jam di restoran itu, Bryce dan Yara pun kembali melanjutkan perjalanannya.
Di tengah perjalanan, ban mobil campervan mereka tiba tiba pecah.
"Shiiittt", umpat Bryce pelan.
"Apa bannya pecah?", tanya Yara.
"Hmm..", Bryce terdiam sebentar dan tak langsung turun.
Dia tahu situasi apa yang akan dihadapinya setelah ini.
"Honey..periksalah bannya..kau harus menggantinya kan..bukankah ada ban cadangan?", kata Yara.
"Hmm..", jawab Bryce singkat dan mengambil sesuatu di bawah kursinya.
"Jangan keluar..tetaplah di dalam", kata Bryce dengan wajah serius tapi tetap santai.
Yara seakan mengerti apa yang terjadi. Dia melihat ke arah spion belakang dan melihat beberapa orang menghampiri mobil mereka.
Bryce dengan cepat memukul satu persatu orang orang orang asing yang menyerangnya.
Yara seketika tahu bahwa mereka akan dirampok oleh sekelompok geng perampok jalanan.
Pintu mobil Yara terbuka dan seorang pria tampak tersenyum memperlihatkan senyum jeleknya.
"Halo nona cantik", kata pria itu.
"Kau jelek sekali", kata Yara dan dengan cepat menendang perut pria itu.
Yara keluar dari mobil dan memukul pria yang membuka pintu mobilnya itu.
"Kau memilih lawan yang salah tuan", kata Yara menendang perut pria yang sudah terkapar akibat pukulan Yarabyang bertubi tubi tadi.
Kelompok perampok itu hanya terdiri dari 6 orang saja. Jumlah yang sangat kecil bagi Yara dan Bryce yang notabene adalah petarung tangguh.
Salah satu pria lagi mendatangi Yara dan Yara menendang pipinya dengan tendangan mautnya hingga kepala pria itu membentur mobil dengan sangat keras.
Bryce sudah membuat 4 pria babak belur sedangkan 2 pria lainnya di hajar oleh Yara.
"Huufft..terima kasih sudah membuatku berolahraga malam ini", kata Yara tersenyum senang melihat perampok yang baru ditendangnya sudah terkapar tak berdaya.
"Sudah kubilang jangan turun bukan?", kata Bryce yang sudah menyender di bagian belakang mobil melihat Yara menghajar 2 pria perampok itu.
"Aku juga butuh latihan, honey..sudah lama aku tak berkelahi..haaaahh..ini membuat moodku sangat bagus..", kata Yara meregangkan tangannya keatas lalu ke samping.
Bryce kemudian mengambil tali dan mengikat ke enam pria itu. Lalu Bryce mengganti ban mobilnya dengan cepat karena dia sudah biasa dengan hal itu.
Yara hanya melihatnya sembari melipat tangannya di depan dada dan bersandar di mobil.
"Seharusnya orang orang itu yang mengganti ban mobil kita", kata Yara membelalakkan mata lebarnya pada keenam pria yang masih merintih kesakitan.
"Mereka tak berguna", jawab Bryce.
Setelah beberapa menit, akhirnya Bryce telah selesai mengganti bannnya.
Lalu Bryce mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang kemudian melemparkannya pada perampok itu.
"Itu biaya pengobatan kalian..", kata Bryce dan membuka ikatan talinya.
Tali itu di rapikan kembali dan di masukkan ke dalam campervan lagi.😁
Bryce kemudian masuk kedalam mobilnya.
"Kukira kau akan terus mengikat mereka", kata Yara.
"Talinya sangat berguna bagi kita..jadi harus kuambil lagi", kata Bryce dan menjalankan campervannya lagi untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Yara tertawa pelan. Memang benar mereka adalah pasangan yang klop. Semuanya terasa santai meskipun mereka baru saja menghadapi sekelompok perampok bersenjata tajam.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤