CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#72



Setelah bermain seharian di mansion Bryce, Chester sekeluarga akhirnya pamit pulang meskipun Willa tak ingin pulang karena masih ingin bersama Yara.


Chester dan Renata akan kembali ke New York besok. Begitu juga dengan Yara dan Bryce akan melanjutkan perjalanan mereka besok pagi.


"Apa Chester mencintai Renata sejak dulu?", tanya Yara.


"Sepertinya..tetapi dia tak mengatakannya..dia sudah seperti saudaraku..kami sangat dekat dulu..dan Chester orang yang sangat dewasa dan bijaksana..", jawab Bryce.


"Tentu saja dia tak mengatakannya..dia mencintai kedua sahabatnya..ckckck..hubungan yang rumit..itulah mengapa aku tak pernah punya sahabat laki laki..karena pasti akan ada rasa suka diantaranya..aku lebih suka bersahabat dengan sesama wanita...hanya Gaby dan Hannah sahabatku...", kata Yara sambil memakan kue macaron yang dibawakan oleh Renata tadi.


"Hmm..aku tak mengerti dengan hal itu..bisakah kita tak membicarakan ini, baby?", kata Bryce.


"Tidak..apakah kalian pernah tidur bersama?", tanya Yara dengan entengnya sambil mengunyah kuenya.


"Oh God..wanita ini benar benar menyebalkan ...", kata Bryce dan menggendong Yara ke kamar.


"Aku hanya penasaran saja..karena Renata masih sangat menghindarimu tadi..apa dia takut terpesona lagi pada suami tampanku ini?", tanya Yara sambil memegang kuenya.


Bryce tak menjawab apapun dan tetap menggendong Yara menuju ke kamar.


"Aku akan membuatmu diam", kata Bryce.


Sesampainya di kamar, Bryce menaruh Yara di pangkuannya.



"Kau tau betapa aku mencintaimu?", kata Bryce mengusap punggung dan lengan Yara.


Yara menatap mata biru Bryce seakan menghipnotisnya.


"Meskipun awalnya, daddy Jade yang menyuruhku menikahimu", lanjut Bryce.


"Apa yang daddy katakan waktu itu?", tanya Yara.


"Daddy takut sewaktu waktu akan meninggalkanmu.. jadi daddy menitipkanmu padaku lebih awal... Sedangkan Vira aman bersama Lyra", jawab Bryce mencium bahu Yara.


"Kenapa kau begitu baik pada keluarga kami?", tanya Yara.


"Daddy orang yang baik...apakah perlu alasan untuk membantu orang baik seperti daddy? aku hanya mengikuti feelingku saja.. menikahimu bukan suatu paksaan bagiku...siapa yang akan menolak wanita cantik dan sexy sepertimu meskipun kau sedikit gila.", jawab Bryce.


"Kita sama, honey..bahkan kau lebih gila dariku", balas Yara.


"Itu kasus yang berbeda...aku tak ingin Vira gila sepertiku.. cukup aku saja yang membuat mommy dan daddy pusing", jawab Yara kemudian mengecup bibir Bryce.


Bryce tertawa pelan kemudian memeluknya dan mereka cukup lama berpelukan dengan posisi yang nyaman seperti itu di ranjang.


"Kita akan kemana besok?", tanya Yara.


"Ke kota Rouen..kita akan naik campervan lagi", jawab Bryce menciumi leher Yara.


"Setelah berkeliling perancis, aku ingin ke Afrika..", kata Yara.


"Hmm..baiklah..kita akan ke New York dulu baru ke Afrika...layani aku dulu malam ini", bisik Bryce.


"Kita sudah melakukannya tadi pagi", jawab Yara.


"Tapi itu sangat sebentar", kata Bryce.


"Kau benar benar tergila gila padaku ya?", tanya Yara melihat wajah Bryce dengan tangan mengusap pipi Bryce.


"Permainan ranjangmu yang membuatku tergila gila, baby", jawa Bryce.


Yara menajamkam matanya dan mencubit lengan Bryce dengan keras.


Bryce tertawa dan mencium bibir Yara dengan tangan yang sudah mulai membuka baju Yara.


"Cepat sekali gerakanmu", kata Yara yang melihat Bryce sudah membuka bajunya.


"Tanganku sangat terampil untuk hal hal seperti ini", jawab Bryce.


"Kau ingin tempo yang cepat atau lambat?", tanya Yara.


"Lambat..karena tadi pagi kita sudah bermain cepat", jawab Bryce yang tangannya menangkup dada penuh Yara.


"Aku bisa pole dance..seandainya disini ada tiang, mungkin aku akan menari untukmu..kujamin kau akan selalu menempel terus padaku dan semakin tergila gila denganku", kata Yara tersenyum nakal.


"Aku akan menyediakannya nanti di New York..", jawab Bryce sembari tertawa pelan dan merebahkan Yara di ranjang.


TBC.... 😁


JANGAN LUPA LIKE KOMEM VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤