CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#80



"Berapa lama aku harus menunggumu?", tanya Yara pada Bryce yang fokus menyetir mobilnya.


"Hanya sebentar..sekitar 3 jam", jawab Bryce


"Itu sangat lama, honey", kata Yara.


"Perusahaanku ada di pusat kota..kau bisa berkeliling di sekitar sana..banyak toko disana", kata Bryce.


"Hmm..baiklah..aku hanya butuh uangmu kalau begitu", jawab Yara tersenyum lebar.


Bryce hanya tersenyum mendengarnya.


Merekapun sampai di perusahaan Bryce. Yara yang tak pernah kesana sangat takjub melihat kemegahan perusahaan Bryce.


'Oke...baiklah...kali ini aku benar benar takjub bahwa suamiku memang seorang konglomerat..huhuhu.' , batin Yara.


Para pegawai tampak menundukkan kepalanya hormat ketika melihat kedatangan Bryce.


'Bajuku terlalu biasa untuk suamiku yang seorang BoS besar disini..ck..aku akan membeli baju nanti' , kata Yara dalam hati. 😁


Bryce menggandeng Yara dan membawanya ke ruangannya di atas.


"Apa yang kau pikirkan?", tanya Bryce yang melihat Yara melamun.


"Tidak...aku hanya memikirkan apa saja yang akan kubeli nanti", jawab Yara jujur.


Lalu Bryce mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartunya pada Yara.


"Kau memberiku ini? bukankah ini tak terbatas?", kata Yara membolak balik kartu ajaibnya. 😁


"Hmm..pakailah.. tapi jangan membeli rumah dengan kartu itu..aku sudah terlalu banyak memiliki rumah", kata Bryce.


"Iiisshh...aku akan membeli toko saja kalau begitu", jawab Yara.


Bryce tertawa pelan dan menyiapkan dokumen yang akan dibawanya untuk meeting.


Asisten Bryce kemudian masuk dan memberikan beberapa dokumen penting lainnya yang akan diperiksa Bryce terlebih dulu.


"Apa Bryan tak kemari?", tanya Bryce.


"Tidak tuan", jawab Asistennya.


"Baiklah..ayo", kata Bryce menuju ruangan meeting.


"Aku pergi dulu", kata Bryce pada Yara dan mengecup bibir Yara.


"Hmm..", jawab Yara singkat dan melihat Bryce yang terlihat berbeda jika sudah menyangkut perusahaannya.


Setengah jam setelah kepergian Bryce, Yara memutuskan untuk keluar berjalan jalan.


Yara melewati meja resepsionis dan melihat 3 pegawai wanita disana.


Yara menghampirinya dan 3 wanita muda itu menundukkan kepalanya hormat pada Yara karena tahu bahwa Yara adalah istri Bryce, bos mereka.


"Siapa namamu?", tanya Yara pada wanita yang berdiri di barisan paling kanan.


"Aku?", tanya wanita itu sedikit gugup.


Yara mengangguk.


"Rosie..temani aku belanja..aku tak tahu daerah di sekitar sini", kata Yara.


"Aku?", tanya Rosie lagi.


"Ya..kau ..aku mengajakmu", kata Yara.


"Ba..baiklah nyonya", kata Rosie yang masih gugup.


"Kau tidak perlu gugup Rosie..anggap saja aku kakakmu", kata Yara santai dan menggandeng tangan Rosie.


"Baik nyonya..", jawab Rosie.


2 teman Rosie yang lain tampak melihat iri pada Rosie yang bisa berjalan jalan dengan istri bosnya.


Rosie mengantar Yara ke beberapa toko branded di sekitar perusahaan. Yara membeli beberapa baju, sepatu dan tas karena dia memang lama tak berbelanja.


Setelah cukup puas berkeliling, Yara dan Rosie berakhir di sebuah cafe di sebelah perusahaan.


"Kau sudah lama bekerja di perusahaan?", tanya Yara.


"Iya nyonya", jawab Rosie.


"Panggil aku kakak jika ada diluar", kata Yara sambil meminum minuman dinginnya.


"Ta tapi..itu tidak sopan nyonya", kata Rosie.


"Terserah kau saja", jawab Yara.


"Makanlah Rosie.. kau sepertinya sangat pemalu..", kata Yara tersenyum.


Rosie mengangguk kemudian memakan makananannya.


"Percaya dirilah.. jika kau minder dan terlalu pemalu, nanti banyak yang menyepelekanmu", kata Yara.


"Terima kasih", jawab Rosie yang masih menunduk.


"Lihat mataku jika berbicara Rosie", kata Yara.


Rosie melihat mata Yara dengan ragu.


"Kau cantik..tapi kau kurang percaya diri... hilangkan sifat itu..", lanjut Yara.


Rosie mengangguk dan tersenyum.


"Aku sudah bekerja selama 2 tahun di perusahaan..dan hanya anda yang mau mengajakku...aku tak punya teman disana", kata Rosie pelan.


"Kau yang membiarkan mereka melakukan hal itu padamu..jangan biarkan hal itu terjadi..hanya kau yang bisa menjaga dirimu sendiri..jangan bergantung pada siapapun..", Yara menggenggam tangan Rosie.


Yara tahu bahwa Rosie dikucilkan oleh kedua temannya tadi hanya dengan melihat dari gelagat mereka bertiga.


"Hanya kau yang bisa mengubah dirimu sendiri..", kata Yara.


Rosie mengangguk kembali dan tersenyum.


Setelah makan cemilan di cafe, Yara dan Rosie oun kembali ke Perusahaan.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤