CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#30



Malam harinya Bryce dan Yara pergi ke pasar malam yang ada di sepanjang jalan dekat pantai.


Mereka mencoba banyak kuliner lokal disana. Karena makan terlalu banyak membuat Yara sakit perut dan harus mempir ke sebuah restoran untuk melepaskan hajatnya.😁


"Aaahhh..lega sekali", kata Yara keluar dari kamar mandi sebuah restoran sambil memegang perutnya.


Lalu Yara keluar restoran dan mencari Bryce. Karena tak menemukan Bryce, Yara meneleponnya.


"Kau dimana?kenapa meninggalkanku?kau mau membuangku?", kata Yara.


"Aku di cafe seberang restoran yang kau masuki tadi", jawab Bryce.


"Baiklah..tunggulah disana..aku mau keliling sebentar... ada toko yang menarik perhatianku", jawab Yara dan menutup ponselnya.


Kemudian Yara masuk ke sebuah toko souvenir yang menjual pernak pernik lucu. Dia membelikan beberapa barang lucu untuk keluarganya.


Yara sebenarnya pernah ke Galway. Tapi itu sudah sangat lama dan dulu jalanan ini tak seramai sekarang.


Sejam kemudian, Yara kembali ke cafe tempat Bryce menunggu tadi. Tetapi Yara tak melihat Bryce disana.


Yara menelepon Bryce lagi.


"Kau dimana?kenapa kau selalu menghilang?", tanya Yara.


"Aku di pinggir pantai dekat campervan..kau terlalu lama..aku malas menunggu", jawab Bryce.


"ck..dasar", Yara menutup teleponnya dan menuju tepi pantai.


Bryce tampak hanya berjalan jalan di tepi pantai.


"Apa yang dia lakukan disana?", gumam Yara.


Lalu Yara langsung menuju campervan dan membersihkan tubuhnya. Dia memilih langsung tidur saja tanpa menunggu Bryce.


Bryce kembali ke campervannya menjelang tengah malam setelah dirinya mengobrol dengan beberapa orang pendatang yang sekaligus peselancar di tepi pantai.


Bryce melihat Yara yang sudah tertidur nyenyak di ranjangnya.


Lalu Bryce membersihkan tubuhnya dan langsung menuju ranjang tanpa menggunakan bajunya.


Bryce dengan santainya memeluk pinggang Yara agar dirinya tidak terjatuh karena Yara hampir menguasai ranjang.


"Lama lama, aku bisa saja menidurinya jika seperti ini terus", gumam Bryce berbisik dan mulai memejamkan matanya.


Pagi harinya Yara terbangun lebih dulu dan melihat tangan Bryce memeluk pinggangnya dengan erat.


"Dia seperti ini lagi..", gumam Yara.


Lalu dia melihat dibelakang Bryce memang tak ada space lagi karena ranjang dikuasai oleh Yara.


"Baiklah..kali ini kau selamat", gumam Yara lagi.


"Bryce..bangunlah..aku tak bisa bangun gara gara dirimu", kata Yara.


"Hmm..aku masih mengantuk", kata Bryce yang justru semakin menempelkan tubuhnya pada Yara.


Dan Yara tentu saja merasakan sesuatu dibelakangnya karena tubuh mereka memang sangat menempel sempurna.😁


"Bryce..jika kau tidak segera bangun kupastikan kau akan patah tulang kali ini", geram Yara.


Bryce terpaksa bangun daripada didorong kebawah lagi oleh Yara.


Bryce melepaskan pelukannya dan Yara akhirnya bisa lepas dari Bryce. Bryce kemudian kembali melanjutkan tidurnya.


Yara melewati Bryce dan menuju toilet. Setelah itu dia membuka pintu campervan dan membuka meja kompor untuk menyiapkan makan pagi mereka.


Yara mengambil beberapa bahan makanan yang selalu lengkap di kulkas. Bryce selalu rutin mengisi kulkasnya dan tak pernah membiarkannya kosong.


Yara mengikat rambutnya ke atas dan mulai membuat masakannya.


Sembari menunggu masakannya matang, Yara membuka jendela bagasi agar udara masuk ke dalam campervan.


Semalam dia membeli sebuah hiasan macrame besar yang kemudian dia taruh di jendela agar tampak estetik dan tak terlalu panas jika sinar matahari masuk.


Dia melangkahi Bryce dan membuka pintu bagasi belakang. Pemandangan laut yang indah menyejukkan matanya.


Ingin sekali rasanya dia berada dalam situasi seperti ini terus. Karena hal ini membuatnya damai dan bebas.



"You're so sexy", kata Bryce di bawah Yara dan melihat ke arah bokong Yara yang hanya memakai hotpants.


"Yes I am...kau baru menyadarinya?", jawab Yara cuek.


Yara melangkahi Bryce lagi dan melihat Bryce dibawahnya. Pemandangan yang selalu menggoda imannya.😁



Lalu Yara kembali melihat masakannya.


"Bagaimana jika kita bercinta?", tanya Bryce gamblang.


"Hmm..lalu teko ini akan melayang ke kepalamu", jawab Yara sambil memegang teko air yang terbuat dari alumunium itu.


"Sudah lama aku tak bercinta..apakah aku harus mencari wanita diluar sana?", kata Bryce random dan masih melihat Yara yang sibuk memasak.


"Menjijikkan", jawab Yara.


Bryce hanya tertawa pelan lalu bangun dan menuju toilet. Bryce suka sekali menggoda Yara dengan ucapan ucapan mesumnya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❀❀❀