CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#62



Cukup lama Yara terdiam. Dan Bryce disampingnya. Mereka bahkan melewatkan makan paginya.


"Ceritakan semuanya", lirih Yara tanpa melihat Bryce.


Bryce mengusap lengan Yara dengan lembut.


"Ketika daddy sakit, dia ke dokter bersama mommy dan memeriksakan kesehatannya tanpa kau mengetahuinya.. aku yang mengantarnya", kata Bryce memulai ceritanya.


"Daddy terkena kanker perut stadium 1..ini masih bisa diobati..dan sangat besar kemungkinan untuk sembuh..maka dari itu aku mengirim daddy ke Amerika untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik", lanjut Bryce.


Yara masih terdiam.


"Kau tahu apa yang membuat daddy menyembunyikan ini darimu dan anak daddy yang lainnya?", kata Bryce.


"Dia tak ingin melihat anak anaknya sedih dan itu akan membuat mentalnya semakin drop..mommy tak ingin itu terjadi.. dengan melihat anak anaknya bahagia, justru penyembuhan daddy akan lebih cepat", lanjut Bryce.


"Jadi kak Lyra juga tak tahu akan hal ini?", tanya Yara pelan.


"Hmm..hanya kami bertiga yang tahu", jawab Bryce.


"Aku hanya merasa buruk ketika daddy sedang terbaring sakit sedangkan aku bersenang senang disini, Bryce...", lirih Yara dengan suara yang mulai bergetar.


"No...kau tak boleh merasa buruk..justru kebahagiaanmu menjadi obat untuk daddy agar cepat sembuh", Bryce memeluk erat Yara dan menciumi kepalanya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?", tanya Yara yang mulai tak kuat untuk bicara karena merasa akan menangis.


"Tetaplah bersikap tak tahu apapun tentang daddy.. daddy akan sedih jika kau tahu tentang hal ini..percayalah padaku..pengobatan yang daddy jalani adalah yang terbaik..hari ini daddy menjalani operasinya yang pertama", kata Bryce.


Yara mulai menangis dan tubuhnya bergetar.


"Oohh baby...menangislah jika itu sedikit membuatmu lega nantinya", lirih Bryce.


"Daddy beruntung karena tahu hal ini lebih awal..kanker daddy baru stadium satu dan akan masuk stadium 2 ..jadi masih bisa diangkat dengan tindakan operasi... jika masih ada sisa sel kanker maka akan dilakukan kemoterapi...doakan saja itu tak terjadi", kata Bryce menjelaskan.


"Aku tak akan bisa melanjutkan perjalanan ini Bryce..aku akan selalu memikirkan daddy..aku tak akan bisa tenang", kata Yara pelan.


"Tidak..kita tetap akan melanjutkan perjalanan ini.. ini akan membuat perasaanmu lebih tenang..aku selalu mengirim fotomu pada daddy selama perjalanan kita..dan daddy sangat senang melihatmu yang selalu bahagia", kata Bryce.


Yara membalikkan tubuhnya dan melihat wajah Bryce.


Wajah Yara tampak memerah karena kebanyakan menangis dan matanya menatap nanar pada Bryce.


"Apakah aku bisa?", tanya Yara.


"Aku bersamamu bukan?", jawab Bryce.


"I love you", bisik Yara dan menatap dalam mata biru Bryce yang membuatnya tenang.


"I love you too, baby...", balas Bryce dan mengecup bibir Yara dengan lembut.


"Ayo kita sarapan..kau sama sekali belum makan", kata Bryce pelan sembari mengusap air mata Yara dengan tangannya.


"Aku sama sekali tak ada naffsuu makan", jawab Yara.


"Tapi kau harus tetap makan..pikirkan daddy", kata Bryce.


Yara tetap tak beranjak dan malas untuk bergerak dari sana. Bryce akhirnya menggendongnya dan membawanya ke luar.


Bryce mendudukkan Yara di kursi santainya yang ada diluar.


"Ayo makanlah... aku akan memulangkanmu ke irlandia jika tak mau makan..kau akan sendirian dirumah dan ditemani hantu hantu yang tinggal disana", kata Bryce memberikan makan paginya pada Yara.


"Ck...aku benar benar tidak enak makan Bryce", kata Yara malas.


Lalu ponsel Bryce tiba tiba berbunyi. Selena sedang melakukan panggilan Vcall.


"Halo Bryce..kenapa tadi teleponnya putus?", tanya Selena.


"Mom....tadi aku sedang dijalan", Bryce memberikan tisu pada Yara agar Yara mengusap wajahnya yang basah karena air mata.


"Dimana anak nakal itu?", tanya Selena menanyakan Yara.


Yara dengan cepat mengsusap wajahnya dan berusaha tersenyum ketika Selena ingin berbicara dengannya.


"Mom..dimana daddy?", tanya Yara tersenyum.


"Daddy sedang mandi sayang..mommy merinduķanmu", kata Selena.


'*Tid*ak..aku tak bisa..', batin Yara galau karena merasa akan menangis.


"I miss you too mom..ah ya aku sakit perut..aku ke toilet dulu", kata Yara memberikan ponselnya kembali pada Bryce.


Yara tetap tak bisa menahan tangisnya. Dia belum bisa menghadapi hal ini..dia belum siap. Yara masuk ke dalam campervan dan menangis disana.


Bryce mencoba memahaminya dan tak menganggunya untuk sementara.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤