
Malam ini, Yara merengek ingin ke night club dan akhirnya Bryce mengabulkan keinginan Yara.
Bryce memesan taxy dan berangkat ke nught ckub yang cukup terkenal disana.
Sebelumnya, Bryce menyuruh penjaga didekat danau untuk mengawasi campervannya. Dan Bryce memberikan bayaran yang lumayan pada penjaga itu.
Yara memang membawa segala jenis pakaian di dalam kopernya. Dan kini, Yara memakai baju hijau botol dengan aksen manik manik gemerlap tetapi tetap terlihat elegan dan cantik jika dipakai Yara.
Sedangkan Bryce memakai kemeja hitam. Yara yang tak pernah melihat Bryce memakai baju rapi, sedikit terpesona akan hal itu.
"Kau mencukur janggutmu? kau mau tebar pesona di club?", tanya Yara.
Bryce tersenyum dengan mata yang masih fokus pada ponselnya.
"Aku tak perlu tebar pesona untuk membuat wanita datang padaku", jawab Bryce santai.
"Pede sekali kau", kata Yara.
"Lihat saja nanti", jawab Bryce.
Setelah beberapa menit, merekapun tiba di club jam 11 malam pas.
Mereka berdua masuk dan Bryce menggandeng tangan Yara agar Yara tak menghilang darinya.
Yara akan cenderung menghilang jika sudah ada di club. Tetapi salutnya, Yara selalu bisa menjaga dirinya dari minuman beralkohol dan godaan godaan pria hidung belang.
Bryce menyewa meja VVIP dan Yara cukup takjub dengan harga buka mejanya.
"Sepertinya kau memang sangat kaya..apa kau menang judi?", tanya Yara.
Bryce mengangguk.
"Aku dewa judi", jawab Bryce dengan menyilangkan kakinya dan meminum winenya dengan gaya elegan.
Tampak beberapa wanita main mata dengan Bryce padahal ada Yara yang jelas jelas ada di sebelah Bryce.
"Why?", tanya Bryce.
"Kau sangat playboy..jika tidak ada aku disini, mungkin kau sudah bercinta dengan wanita wanita itu", kata Yara.
"Aku playboy?aku bahkan tak menggubris mereka..itulah mengapa aku suka berpenampilan asal asalan agar tak ada yang menyadari pesonaku", kata Bryce narsis.
"Iiissshhh..ingin sekali kuacak acak rambut klimismu itu", kesal Yara melihat kenarsisan Bryce.
"Akan lebih seru jika kau mengacaknya di ranjang", jawab Bryce.
Yara berusaha menahan emosinya tiap bicara dengan Bryce. Lalu Yara berdiri karena ingin turun menari.
"Kau mau kemana?", tanya Bryce sembari menahan tangan Yara.
"Tentu saja bersenang senang dibawah sana", jawab Yara.
Bryce kemudian juga berdiri dan menemani Yara menari.
"Uncle Jade menitipkanmu padaku, jadi aku harus menjagamu agar tak membuat ulah", kata Bryce menaruh gelas wine yang sudah kosong.
Lalu merekapun menari bersama. Yara dan Bryce memang klop dalam hal hal random seperti ini meskipun mereka sering bertengkar.
"Wuhuuuuu", teriak Yara Melingkarkan tangannya ke leher Bryce.
Baju Yara yang sangat pendek terlihat berkibar kibar keatas jika Yara melompat.
"Bajumu sangat pendek Yara..pakaian dalammu bahkan terlihat jika kau melompat", kata Bryce di telinga Yara.
"Aku akan menonjok mata orang yang melihat pakaian dalamku..termasuk dirimu", kata Yara yang masih menari dengan gilanya.
"Apakah uncle Jade tahu putrinya seperti ini jika di club?", tanya Bryce setengah berteriak karena suasana yang bising.
Yara hanya tersenyum nakal dan mengangkat tangan Bryce. Bryce pun hanya bisa mengikuti kegilaan Yara kali ini.
Setelah jam 1 dini hari, Bryce dan Yara keluar dari club. Bryce menyewa sebuah kamar hotel didekat sana karena sudah jarang ada taxy yang lewat.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤